Tasikmalaya — Dalam upaya mengembangkan kreativitas masyarakat dalam pengelolaan sampah, dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) bersama Bank Sampah Tunas Mulia Ciherang menggelar Pelatihan Pembuatan Handicraft dari Sampah Plastik. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (1/8), di lingkungan Bank Sampah Tunas Mulia Ciherang, Tasikmalaya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Hibah BIMA 2025, yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan anggota dalam mengubah sampah plastik menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomis. Dihadiri dengan antusias oleh para anggota bank sampah, kegiatan ini menghadirkan Dewi sebagai narasumber dan instruktur, yang membimbing peserta dalam membuat berbagai produk kreatif seperti tas, dompet, hingga hiasan rumah tangga dari plastik bekas.
Ir. Dini Silvi Purnia selaku Ketua pelaksana dan Dosen UBSI kampus Tasikmalaya menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi limbah plastik, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat.
“Kami ingin anggota tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga bisa memanfaatkannya menjadi produk kreatif dan bernilai jual tinggi,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Senin (4/8).
Direktur Bank Sampah Tunas Mulia Ciherang, Moch. Haerul Ihsan, turut menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat peran masyarakat dalam ekonomi sirkular.
“Kami mendorong warga untuk tidak hanya menabung sampah, tapi juga mampu mengolahnya menjadi barang berguna. Ini adalah bentuk nyata kontribusi terhadap lingkungan dan kesejahteraan,” jelasnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Erni, salah satu anggota bank sampah mengungkapkan pelatihan ini membuat kreativitas para peserta semakin meningkat.
“Saya sangat senang ikut pelatihan ini. Ternyata dari sampah plastik bisa dibuat tas yang cantik dan unik. Saya jadi semangat untuk terus berkreasi,” ungkapnya.
Pelatihan ini ditutup dengan sesi pameran hasil karya peserta sebagai bentuk apresiasi dan motivasi untuk terus berkarya. Kolaborasi antara dosen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dan masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat semangat kewirausahaan berbasis lingkungan sekaligus mendukung gerakan ekonomi sirkular yang berkelanjutan.





