Yogyakarta, 18 Desember 2024 – Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Yogyakarta sebagai salah satu “Kampus Digital Kreatif” sukses menyelenggarakan Seminar Transformasi Akselerasi Digital Untuk Mewujudkan Indonesia Baru yang Maju dan Mandiri serta tantangan karir di bidang IT. Acara ini menghadirkan narasumber Ketua Tim Aplikasi Integrasi Sistem Informasi Diskominfo Kabupaten Sleman, Aziz Perdana, S.Kom., M.Kom. yang membawakan materi tentang Implementasi Digitalisasi di Pemerintah Daerah, tantangan, serta Peluang karir di bidang IT. Acara dihadiri oleh para mahasiswa program studi Sistem Informasi semester 1 dan 3.
Noor Hasan, M.Kom. selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi Kampus Yogyakarta “mengharapkan agar mahasiswa dapat berkontribusi di daerah-daerah setempat dalam hal digitalisasi karena transformasi digital sangat penting di era modern saat ini. Dan kita sebagai generasi muda harus mengikuti perkembangan zaman agar tidak tertinggal dengan kemajuan zaman yang semakin modern ini, dan agar tidak gagap teknologi (gaptek).
Dalam paparan materinya, Azizz Perdana, S.Kom., M.Kom. menjelaskan alasan mengapa pemerintah daerah harus menuju digitalisasi. Beliau menerangkan bahwa pemerintah daerah harus menuju digitalisasi karena perubahan fundamental dalam masyarakat yang menginginkan pelayanan cepat dan mudah. Untuk mendukung hal ini, pemerintah daerah kabupaten Sleman membuat sebuah aplikasi berbasis Andorid dan IOS yaitu “Sleman Digital” yang dapat diunduh melalui Play Store untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan aktivitas-aktivitas seperti : pembayaran pajak, dukcapil online, layanan pengaduan masyarakat, dll.
Dalam penerapannya terdapat beberapa kendala yang dialami untuk menuju proses digitalisasi yaitu resistensi perubahan dari manual ke digital yang masih belum bisa diterima oleh masyarakat, keterbatasan anggaran, kesenjangan digital, keamanan data yang belum terjamin seutuhnya, ujar Azizz.
Azizz juga menambahkan bahwa saat ini mahasiswa yang menempuh Pendidikan di bidang Informatika tidak semuanya bisa melakukan coding untuk pembuatan aplikasi untuk menunjang proses digitalisasi tersebut. Namun masih ada banyak peluang kerja untuk mahasiswa yang tidak bisa membuat aplikasi, yaitu : Web Designer, Quality Assurance, Cyber Security, Database Administrator, dan masih banyak lagi. Bapak Aziz juga memaparkan sejatinya yang dibutuhkan oleh para programmer adalah ide dan tetap mengiktuti tren yang sedang terjadi di masyarakat. Dengan acara ini, diharapkan para mahasiswa mampu untuk mengikuti perkembangan zaman yang ada saat ini dan di masa depan.






Bagus