Jogjahitz.com, Yogyakarta – Himpunan Mahasiswa Pariwisata (HIMAPAR) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Yogyakarta sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar podcast bertajuk “Skill yang Tidak Diajarkan di Kelas, Tapi Dibutuhkan Industri” yang dilaksanakan Perpustakaan UBSI kampus Yogyakarta, jl. Ringroad Barat, Gamping Kidul, Ambarketawang, Kec. Gamping, Kab. Sleman, D.I Yogyakarta, pada Kamis (16/7) kemarin.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, khususnya di sektor perhotelan dan pariwisata.
Podcast tersebut menghadirkan Fatikhah Rahmi Solikhah, M.Pd, selaku Dosen Program Studi (Prodi) Pariwisata UBSI kampus Yogyakarta, sebagai narasumbernya. Sementara itu, jalannya diskusi dipandu oleh Raylodo Willy Purba dan Prida Anindita sebagai host.
Dalam pemaparannya, Rahmi, sapaan akrab narasumber, menjelaskan bahwa kesiapan memasuki dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik yang diperoleh di ruang kelas.
Menurutnya, industri hospitality (pelayanan) membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki sikap profesional, etika kerja yang baik, penampilan yang rapi (grooming), disiplin, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar.
“Seorang profesional di bidang perhotelan harus memerhatikan sikap, etika kerja, penampilan, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi. Kesan pertama dan profesionalisme menjadi nilai penting dalam memberikan pelayanan kepada tamu,” kata Rahmi dalam sesi diskusi saat podcast berlangsung.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk mulai mengenali passion dan potensi diri sebagai bekal dalam menentukan arah karier. Dengan memahami minat yang dimiliki, mahasiswa dapat lebih fokus mengembangkan kompetensi yang relevan dengan bidang yang ingin ditekuni.
Baca juga: Dari Ruang Kelas ke Forum Dunia, Mahasiswi UBSI Ajak Generasi Muda Berani Keluar dari Zona Nyaman
Selain membahas kesiapan kerja, Rahmi turut menyoroti pentingnya kemampuan berbahasa Inggris dalam industri hospitality. Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi salah satu kebutuhan utama, karena industri perhotelan berinteraksi dengan tamu dari berbagai negara.
“Bahasa Inggris memang penting di dunia hospitality, tetapi jangan minder. Yang terpenting adalah memiliki kemauan untuk belajar dan terus berusaha. Kemampuan itu akan berkembang jika kita mau berlatih,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, HIMAPAR UBSI kampus Yogyakarta berupaya menjembatani kebutuhan mahasiswa dengan tuntutan dunia industri yang terus berkembang. Podcast tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami berbagai keterampilan praktis yang tidak selalu diperoleh di bangku kuliah, namun sangat dibutuhkan saat memasuki dunia kerja.





