Bekasi – Bekasi selalu punya cerita. Dari kemacetan legendaris sampai warung kopi pinggir jalan yang rasa kopinya nggak kalah sama kafe Instagramable. Tapi di tengah riuhnya kota ini, ada satu sudut yang belakangan sering dibicarakan anak-anak SMA/sederajat yang lagi pusing mikirin masa depan, yaitu Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Bekasi.
Bukan cuma karena nama kampusnya yang panjang seperti judul sinetron, tapi karena reputasinya sebagai Kampus Digital Kreatif yang katanya bisa bikin mahasiswa jago teknologi dan seni, tanpa harus jual ginjal buat bayar biaya masuk.
Di kampus ini, yang kamu temui bukan sekadar ruang kelas dengan papan tulis putih dan spidol yang sering hilang tutupnya. Ada laboratorium komputer canggih, studio multimedia yang kayaknya bisa bikin kamu betah ngedit video sampai lupa pulang, dan akses ke teknologi terbaru yang bikin proses belajar terasa interaktif sekaligus inovatif. Dosen-dosennya pun bukan tipe “baca slide lalu pulang”, melainkan praktisi dan akademisi yang sudah kenyang pengalaman di dunia digital kreatif.
“Di UBSI, saya bisa belajar banyak tentang teknologi digital dan kreativitas dengan biaya yang sangat terjangkau. Kampus ini sangat mendukung kami untuk menjadi profesional di bidang digital kreatif,” kata Siti, mahasiswa Sistem Informasi UBSI kampus Bekasi, Kamis (14/8).
Dan memang, soal biaya, UBSI kampus Bekasi ini bukan tipe kampus yang bikin calon mahasiswa atau orang tuanya harus bikin grup WhatsApp keluarga untuk patungan. Biaya masuknya bersahabat, ditambah ada program beasiswa dan kemudahan pembayaran yang bikin kuliah terasa lebih realistis bagi banyak orang.
“Buat kamu yang mimpi jadi konten kreator, desainer grafis, programmer, atau apapun yang ujungnya nyemplung di dunia digital kreatif, UBSI kampus Bekasi ini seperti warung makan enak yang harganya nggak bikin kantong bolong yang penuh rasa, tapi ramah di dompet,” ungkap Kepala Kampus UBSI kampus Bekasi Ahmad Fauzi, kamis (14/8).
Jadi, kalau kamu sedang bingung memilih kampus dan takut salah langkah, ingat saja masa depan digital kreatif Indonesia mungkin bisa dimulai dari sini, dari sebuah kampus di Bekasi yang percaya bahwa teknologi dan kreativitas itu hak semua orang, bukan cuma yang dompetnya tebal.





