Kubu Raya — Beragam potensi lokal ditemukan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak selama menjalankan program BSI Explore 2026 di Desa Radak Baru dan Radak 1, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya. Salah satu potensi yang menarik perhatian mahasiswa adalah Koling atau Kolam Lele Atasi Stunting.
Koling menjadi salah satu bentuk inisiatif masyarakat dalam mengembangkan budidaya ikan lele yang tidak hanya memiliki potensi ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Baca juga: Andalkan Air Hujan dan Sungai, Mahasiswa BSI Explore Temukan Tantangan Sanitasi di Desa Radak
Anggota BSI Explore 2026, Vibriyanti, mengatakan bahwa keberadaan Koling menjadi salah satu potensi desa yang menarik untuk dipelajari dan dikembangkan lebih lanjut.
Menurutnya, program tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki berbagai gagasan dan potensi yang dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan lingkungan.
“Koling ini menjadi salah satu potensi yang menarik bagi kami karena tidak hanya berkaitan dengan budidaya ikan lele, tetapi juga memiliki tujuan sosial, yaitu membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan stunting,” ujar Vibriyanti dalam keterangan pers, Rabu (12/8).
Ia menjelaskan, mahasiswa BSI Explore tidak hanya datang ke desa untuk menjalankan program yang telah dirancang sebelumnya. Mahasiswa juga berupaya mengenali berbagai potensi yang telah tumbuh dan dikembangkan oleh masyarakat.
“Kami belajar bahwa setiap desa sebenarnya memiliki potensi masing-masing. Tugas kami bukan hanya datang membawa program, tetapi juga melihat apa yang sudah dimiliki masyarakat dan bagaimana potensi tersebut bisa terus dikembangkan,” tambahnya.
Melalui kegiatan BSI Explore, mahasiswa melakukan interaksi langsung dengan masyarakat untuk mengenali kondisi serta potensi yang ada di Desa Radak Baru dan Radak 1.
Budidaya ikan lele melalui Koling menjadi salah satu contoh potensi lokal yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain memiliki nilai ekonomi, keberadaan budidaya tersebut juga dapat mendukung ketersediaan sumber pangan.
Bagi mahasiswa, penggalian potensi desa menjadi bagian penting dalam proses pengabdian kepada masyarakat. Program yang dilaksanakan tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan atau penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga diarahkan untuk memahami kekuatan yang telah dimiliki oleh masyarakat.
Vibriyanti menambahkan, pengalaman menemukan berbagai potensi desa menjadi pembelajaran penting bagi mahasiswa selama mengikuti BSI Explore 2026.
“Kami melihat bahwa masyarakat di sini memiliki semangat dan potensi yang luar biasa. Harapannya, potensi seperti Koling dapat terus berkembang dan semakin dikenal karena memiliki manfaat yang baik bagi masyarakat,” tuturnya.
Baca juga: BSI Explore Gunung Gajah Hadiri Pengajian Rutin Bersama Warga
Melalui BSI Explore 2026, mahasiswa UBSI tidak hanya belajar memberikan kontribusi kepada masyarakat, tetapi juga belajar mengenali bahwa perubahan dapat dimulai dari potensi sederhana yang tumbuh di tengah kehidupan warga.
Koling menjadi salah satu gambaran bahwa desa memiliki kekuatan yang dapat dikembangkan bersama. Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai pihak, potensi lokal diharapkan dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas.





