Jakarta — Sistem pencatatan barang yang dulu bikin repot, kini berubah jadi mudah hanya dengan beberapa klik. Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang tergabung dalam TOOS Group menghadirkan solusi cerdas lewat sistem inventaris berbasis website yang memudahkan pengelolaan barang di RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) Cibubur Berseri, Jakarta Timur.
Transformasi digital ini muncul dari proyek skripsi tiga mahasiswa Program Studi Sistem Informasi UBSI yaitu Raihan Permadi Nugroho, Laila Jahrona Siregar, dan Said Muhammad Sahal Assegaff yang melihat langsung betapa rumitnya sistem pencatatan manual yang selama ini digunakan oleh pengelola RPTRA. Dari keterlambatan pencatatan, risiko kehilangan data, hingga laporan yang memakan waktu, semua menjadi tantangan harian yang akhirnya bisa diatasi.
Raihan Permadi mengungkapkan bahwa dengan sistem baru ini, kelola inventaris tinggal klik, karena seluruh data barang sudah terpusat, real time, dan bisa diakses dengan mudah. Sistem terdiri dari tiga modul utama: Master untuk pendaftaran aset baru, Barang untuk mencatat keluar-masuknya stok, serta Laporan yang secara otomatis menyajikan data rekap. Fitur ini sangat membantu pengelola dalam membuat laporan bulanan yang sebelumnya memakan waktu lama.
“Kami ingin menciptakan sesuatu yang bermanfaat dan bisa langsung digunakan masyarakat. Lewat sistem ini, pengelola RPTRA bisa bekerja lebih cepat dan akurat. Intinya, sekarang kelola inventaris tinggal klik saja,” jelas Raihan dalam rilis yang diterima, Senin (21/7).
Respons positif datang dari pihak pengelola RPTRA. Suhanda, selaku Penanggung Jawab RPTRA Cibubur Berseri, menyatakan sistem ini benar-benar memudahkan pekerjaan mereka.
“Tadinya kami pakai catatan kertas, kadang hilang atau lupa update. Sekarang semua ada di sistem. Hidup kami sebagai pengelola jadi makin gampang!” ujarnya sambil tersenyum.
Senada, Wahyudi, pengurus lainnya, juga mengaku terbantu. “Tinggal klik untuk lihat barang mana yang masih tersedia, mana yang rusak, dan langsung bisa buat laporan. Gak perlu bongkar berkas lagi,” katanya.
Proyek ini dibimbing oleh dua dosen UBSI, Wawan Kurniawan dan Chaerul Bachri yang turut memastikan bahwa sistem sesuai dengan kebutuhan lapangan dan mudah digunakan oleh non teknisi sekalipun.
Dengan semangat UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus mendorong mahasiswanya untuk menghasilkan karya inovatif dan aplikatif yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Proyek mahasiswa ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi bisa menjawab persoalan sehari-hari, terutama di ruang-ruang komunitas seperti RPTRA.





