Event KampusInfo Kampus

Uji Petik Data Masterplan Desa Wisata Banyusoca: Program Dana Padanan 2024 Universitas BSI

×

Uji Petik Data Masterplan Desa Wisata Banyusoca: Program Dana Padanan 2024 Universitas BSI

Sebarkan artikel ini

Gunung Kidul, 21 September 2024 – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Yogyakarta menggelar kegiatan uji petik data Masterplan Desa Wisata Banyusoca di Aula Kantor Kepala Desa Banyusoca, Playen, Gunung Kidul. Acara ini merupakan bagian dari Program Dana Padanan Tahun 2024, yang bertujuan untuk memvalidasi dan menyempurnakan rencana pengembangan desa wisata tersebut.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh sekitar 20 peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat Desa Banyusoca, seperti Kepala Desa, perangkat desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Tim Penggerak PKK, Dukuh, Karang Taruna, BUMDes, dan sejumlah tokoh masyarakat. Uji petik ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang konkret dalam pengembangan potensi wisata di wilayah tersebut.

Dalam sesi utama, Dr. Ani Wijayanti, SE, MM, selaku Ketua Tim Peneliti dari UBSI, memaparkan skema masterplan yang telah disusun. Ia menjelaskan secara rinci tentang potensi yang dimiliki Desa Banyusoca serta rencana pengembangan yang telah dirumuskan oleh tim. “Masterplan ini kami susun berdasarkan penelitian mendalam dan data yang valid. Kami berharap melalui uji petik ini, masyarakat dapat melihat, mengevaluasi, dan memberikan masukan untuk perbaikan lebih lanjut,” ungkap Dr. Ani.

Ia juga menegaskan pentingnya partisipasi aktif dari semua elemen masyarakat dalam proses evaluasi ini. “Jika ada potensi yang belum masuk atau data yang kurang akurat, ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikannya sehingga masterplan ini benar-benar representatif dan sesuai dengan kebutuhan serta harapan desa,” lanjutnya.

Kepala Desa Banyusoca, Daman Hari, menyampaikan apresiasinya terhadap upaya UBSI dalam menyusun masterplan ini. Ia menegaskan bahwa masyarakat Desa Banyusoca sangat terbuka terhadap pengembangan yang bermanfaat bagi masyarakat luas. “Kami berterima kasih kepada UBSI atas penelitian yang dilakukan. Apa pun yang dapat dikembangkan di Banyusoca, silakan saja, asal dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Daman.

Ia juga mendorong peserta yang hadir untuk aktif memberikan masukan. “Bapak Ibu hadir bukan hanya untuk duduk diam, tetapi juga memberikan masukan bagi tim penelitian dari UBSI. Kita punya delapan padukuhan di sini, yaitu Kepek 1, Kepek 2, Ketangi, Kedungwanglu, Banyusoca, Gedad, Sawah Lor, dan Klepu. Potensi yang ada di setiap padukuhan harus dioptimalkan,” tambahnya.

Salah satu peserta, Amir Sholeh dari BUMDes Banyusoca, turut memberikan masukan penting terkait wisata religi di desanya. “Kami memiliki makam tua di Kedungwanglu yang merupakan salah satu potensi wisata religi, tetapi sampai sekarang belum masuk dalam data. Harap ini bisa diperhatikan dalam masterplan,” katanya.

Senada dengan Amir, Ahsan dari Karang Taruna Padukuhan Ketangi juga menyampaikan beberapa potensi yang sudah ada dan yang tengah dikembangkan. “Di Ketangi, kami sudah memiliki beberapa gazebo yang dikelola oleh Kelompok Hutan Masyarakat (KHM). Ada juga rencana pembuatan waterboom dan pemancingan untuk menarik lebih banyak wisatawan. Selain itu, kami juga mengelola berbagai produk keripik seperti keripik garut, pisang, ketela, serta minuman tradisional wedang uwuh,” jelas Ahsan.

Setelah menerima berbagai masukan dari peserta, Dr. Ani dan timnya berkomitmen untuk mengevaluasi kembali masterplan yang telah disusun. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap potensi desa, baik yang berkaitan dengan wisata alam, religi, budaya, maupun ekonomi kreatif, dapat diakomodasi dengan baik dalam rencana pengembangan desa wisata.

Dengan uji petik ini, UBSI berharap masterplan Desa Wisata Banyusoca akan menjadi panduan yang tepat dan aplikatif dalam mengembangkan potensi wisata di desa tersebut. Diharapkan, program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Acara ini berakhir pada pukul 16.00 WIB, dengan antusiasme yang tinggi dari peserta yang berharap Desa Banyusoca segera menjadi destinasi wisata unggulan di Gunung Kidul Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *