Bekasi — Transformasi digital berkelanjutan melalui inovasi teknologi menjadi fokus utama dalam Seminar Nasional Inovasi Teknologi dan Informatika yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik dan Informatika UBSI secara hybrid di BSI Convention Center Bekasi, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini diikuti lebih dari 80 peserta dan pemakalah dari kalangan akademisi dan praktisi, baik secara luring maupun daring, sebagai bentuk kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Acara dibuka melalui welcoming speech oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UBSI, Dr. Diah Puspitasari, yang mewakili Rektor Universitas Bina Sarana Informatika, Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tema “Transformasi Digital Berkelanjutan melalui Inovasi Generatif dan Ekosistem Cerdas” sangat relevan dengan perkembangan zaman.
“Transformasi digital saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, generative AI, big data, dan Internet of Things telah membentuk ekosistem baru yang menuntut kolaborasi lintas disiplin dan lintas sektor,” ujarnya saat memberikan sambutan di Bekasi, Kamis (9/4/2026).
Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. Melalui forum seminar nasional, tidak hanya menjadi wadah berbagi hasil penelitian, tetapi juga membangun ekosistem pengetahuan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, industri, dan pembangunan nasional, khususnya dalam menghadapi era Society 5.0.
Selain itu, UBSI juga terus memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk asosiasi perguruan tinggi komputer di tingkat pusat dan DKI Jakarta, sebagai bagian dari upaya mendorong kolaborasi yang lebih luas.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mendorong lahirnya inovasi berbasis teknologi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berdampak sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya inovasi berbasis teknologi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Kami percaya kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang adaptif dan inovatif untuk menjawab tantangan global menuju Indonesia Emas,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemakalah, peneliti, dan akademisi yang telah berpartisipasi dalam seminar ini. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta mendorong kemajuan bangsa ke depan.





