Jakarta — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif dan telah mengantongi akreditasi Unggul, terus menunjukkan eksistensinya dalam panggung internasional. Salah satu wujud komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran UBSI dalam ajang bergengsi The 9th Science and Technology in Society (STS) Forum ASEAN-Japan Conference yang digelar di Gedung BJ Habibie, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Pusat, Kamis (24/7).
Konferensi ini merupakan pertemuan strategis antar negara ASEAN dan Jepang untuk membahas tantangan global melalui pendekatan sains, teknologi, dan inovasi. Forum tersebut menjadi ajang dialog terbuka lintas sektor pemerintah, akademisi, industri, dan lembaga riset—untuk menggali solusi bersama terhadap isu-isu utama seperti transformasi digital, perubahan iklim, keamanan kesehatan, dan pembangunan berkelanjutan.
UBSI mengutus dua dosennya untuk hadir sebagai delegasi, yakni Dr. Agus Priadi, selaku Kaprodi Sastra Inggris dan Jimmi selaku Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UBSI. Keduanya mewakili UBSI dalam memperluas jejaring kerja sama dan meningkatkan eksistensi akademik di forum global.
Menurut Jimmi, keikutsertaan ini bukan hanya soal representasi kampus, tetapi juga bagian dari langkah besar menuju internasionalisasi pendidikan tinggi.
“Forum ini membuka banyak peluang kolaborasi akademik dan riset bersama, termasuk kemungkinan pertukaran dosen dan mahasiswa ke negara-negara ASEAN maupun Jepang,” ungkap Jimmi.
Senada dengan itu, Dr. Agus Priadi menambahkan bahwa ajang ini menjadi ruang yang sangat kaya untuk bertukar pemikiran dan pengalaman lintas negara.
“Kami belajar langsung dari para ahli dan pengambil kebijakan tentang bagaimana riset dan inovasi bisa dikaitkan dengan pengembangan masyarakat secara global. Ini pengalaman yang sangat penting bagi pengembangan UBSI ke depan,” ujarnya.
Kehadiran UBSI dalam The 9th STS Forum ini mencerminkan keseriusan kampus dalam berkontribusi aktif pada pengembangan sains dan teknologi yang berbasis kolaborasi internasional. Hal ini sejalan dengan visi UBSI sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga proaktif dalam membangun kerja sama global yang inklusif dan berkelanjutan.





