Pontianak — Pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik menjadi topik yang menyita perhatian dalam gelaran IT Bootcamp bertema “Transformasi Digital: Integrasi IoT dan Kecerdasan Buatan untuk Solusi Masa Depan” yang diselenggarakan oleh Program Studi (Prodi) Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak, Senin (21/7).
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian mahasiswa adalah pemaparan dari Reza Afrizal, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat. Dalam materinya bertajuk “Pemanfaatan AI di Era Pemerintah Digital: Transformasi Pelayanan Publik di Era 5.0”, Reza membagikan bagaimana teknologi telah mengubah wajah birokrasi dan pelayanan pemerintah.
“AI bukan hanya konsep futuristik, tapi sudah menjadi bagian dari solusi nyata. Di Kalbar, kami telah mengembangkan chatbot bernama Diska untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi layanan pemerintah,” jelas Reza.
Selain chatbot, ia juga mengulas berbagai penerapan teknologi lainnya seperti sistem IoT untuk monitoring posyandu dan penggunaan computer vision dalam menganalisis jumlah kunjungan ke layanan publik. Mahasiswa pun mendapat gambaran konkret bagaimana teknologi diterapkan langsung dalam sistem pemerintahan.
Lisnawanty selaku Kaprodi Informatika UBSI Kampus Pontianak, menegaskan bahwa materi seperti ini sangat penting untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai dampak nyata teknologi di masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi juga melihat langsung bagaimana IoT dan AI bisa memberikan kontribusi pada sektor publik. Ini bisa menjadi inspirasi mereka untuk menciptakan solusi serupa di masa depan,” ujarnya.
Sesi ini menjadi bukti bahwa UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dan berdampak. Tak hanya fokus pada kompetensi akademik, UBSI juga mendorong mahasiswa untuk peka terhadap isu-isu sosial dan menciptakan inovasi berbasis teknologi.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Prodi Informatika UBSI Kampus Pontianak, dan menjadi bagian dari rangkaian IT Bootcamp selama tiga hari yang memadukan materi teknis, demonstrasi praktis, dan proyek langsung bersama praktisi.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelibatan langsung para ahli, mahasiswa dibekali perspektif dan keterampilan untuk siap berperan dalam mendukung transformasi digital Indonesia, khususnya di sektor pelayanan publik.





