Info Kampus

Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 UBSI Siapkan Diseminasi Karya Batik Tulis Pewarna Alam

×

Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 UBSI Siapkan Diseminasi Karya Batik Tulis Pewarna Alam

Sebarkan artikel ini

YOGYAKARTA – Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 Kementerian Kebudayaan RI Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar rapat persiapan Diseminasi Karya Batik Tulis Pewarna Alam pada Kamis (29/1/2026) pukul 09.30–12.00 WIB. Pertemuan berlangsung di Ruang Wisma Universitas BSI Kampus Yogyakarta, Jl. Ringroad Barat, Ambarketawang, Gamping, Sleman, D.I. Yogyakarta, sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan inovasi batik berbasis pewarna alam kepada masyarakat luas.

Rapat dipimpin oleh Ketua Tim, R. Jatinurcahyo, ST, MM., dan dihadiri oleh Yulianto, SE, MM; Eko Saputro, M.Kom; Atun Yulianto, SE, MM; Akhmad Syukron, M.Kom; Supriyanta, M.Kom; serta Syaid Andhika, S.Kom. Agenda utama adalah merumuskan strategi diseminasi karya batik tulis pewarna alam, menentukan bentuk dan media publikasi, serta menyiapkan kegiatan pameran dan edukasi publik.

Dalam pembahasan, tim menegaskan bahwa tujuan diseminasi adalah memperkenalkan hasil inovasi batik tulis berbasis budaya dan ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap nilai estetika dan filosofis karya. Bentuk diseminasi yang direncanakan meliputi pameran fisik, publikasi digital, serta kegiatan edukatif seperti workshop dan talkshow. Narasi kuratorial disiapkan untuk menjelaskan konsep “Harmoni Tradisi dan Alam” yang menjadi dasar penciptaan karya.

Tim juga menekankan pemanfaatan media sosial dan dokumentasi visual berupa foto dan video sebagai sarana promosi yang efektif. Penentuan target audiens menjadi bagian penting dari strategi, mencakup akademisi, pecinta batik, masyarakat umum, serta pelaku industri kreatif. Selain menampilkan hasil karya, proses kreatif mulai dari riset hingga produksi juga akan ditampilkan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai pendekatan berbasis riset dan inovasi tradisi.

Ketua Tim, R. Jatinurcahyo, menyampaikan, “Diseminasi karya tidak sekadar menampilkan batik tulis, tetapi juga mendidik publik tentang nilai budaya, teknik pewarnaan alami, dan filosofi motif. Kami ingin masyarakat memahami proses dan cerita di balik setiap karya.”

Hasil rapat menetapkan beberapa keputusan strategis. Pertama, diseminasi dilakukan melalui pameran dan publikasi digital. Kedua, penyusunan narasi kuratorial dan deskripsi karya menjadi prioritas agar setiap motif tersampaikan maknanya dengan jelas. Ketiga, dokumentasi visual akan dibuat sebagai bahan publikasi, sementara pembagian tugas tim dilakukan untuk kuratorial, publikasi, dokumentasi, dan teknis pameran. Keempat, kegiatan edukasi pendukung berupa workshop dan talkshow akan dilaksanakan untuk memperluas pemahaman publik.

Rencana selanjutnya mencakup penyusunan konsep dan desain pameran, pembuatan materi publikasi seperti poster, katalog, dan konten media sosial, penyusunan narasi kuratorial dan deskripsi karya, koordinasi dengan pihak terkait termasuk venue, undangan, dan narasumber, serta persiapan teknis pelaksanaan diseminasi karya.

Melalui kegiatan ini, UBSI bersama Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 Kementerian Kebudayaan RI, yang juga didukung pendanaan LPDP, berkomitmen menghadirkan diseminasi batik tulis pewarna alam yang tidak hanya informatif dan edukatif, tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat untuk menghargai inovasi berbasis tradisi, keberlanjutan, dan estetika budaya Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *