Info Kampus

Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 UBSI Observasi Proses Produksi Batik Tulis Pewarna Alam di Arji SM Batik, Bantul

×

Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 UBSI Observasi Proses Produksi Batik Tulis Pewarna Alam di Arji SM Batik, Bantul

Sebarkan artikel ini

BANTUL – Tim Hibah Dana Indonesiana 2025 Kementerian Kebudayaan RI Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melakukan observasi langsung proses produksi batik tulis berbasis pewarna alam pada Sabtu (31/1/2026) di Arji SM Batik, Tirto, Triharjo, Pandak, Bantul, D.I. Yogyakarta. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB, dengan tujuan memperoleh pemahaman teknis produksi, mendokumentasikan tahapan pengerjaan, serta menyiapkan standar teknis untuk pengembangan karya batik tulis berbasis pewarna alami.

Rombongan dipimpin oleh Ketua Tim, R. Jatinurcahyo, ST, MM., dan dihadiri oleh Yulianto, SE, MM; Eko Saputro, M.Kom; Atun Yulianto, SE, MM; Akhmad Syukron, M.Kom; Supriyanta, M.Kom; serta Syaid Andhika, S.Kom. Agenda utama pertemuan adalah observasi proses produksi, identifikasi teknik pembatikan dan pewarnaan alami, serta pengumpulan data teknis dan dokumentasi visual.

Dalam proses observasi, tim menyaksikan tahapan produksi dimulai dari persiapan kain, pembuatan pola atau molani, hingga pencantingan menggunakan malam. Teknik pembatikan dilakukan secara manual menggunakan canting untuk menjaga kualitas, detail motif, dan keaslian tradisi batik tulis. Pewarnaan dilakukan dengan bahan alami yang diperoleh dari kayu, daun, dan akar tanaman, serta diaplikasikan secara bertahap melalui pencelupan dan pengeringan.

Tim mencatat penggunaan bahan fiksasi seperti tawas dan tunjung untuk mengikat warna agar lebih tahan luntur. Ditemukan bahwa proses pewarnaan alami membutuhkan ketelatenan, ketepatan teknik, dan waktu yang cukup panjang agar warna yang dihasilkan optimal. Selain itu, kain sutra memiliki karakteristik penyerapan warna yang berbeda dibandingkan kain katun, sehingga perlakuan khusus diperlukan pada setiap tahap pewarnaan.

Ketua Tim, R. Jatinurcahyo, menjelaskan, “Observasi ini memberikan pemahaman mendalam mengenai tantangan dan teknik yang harus diperhatikan dalam produksi batik tulis berbasis pewarna alam. Setiap langkah, dari canting hingga fiksasi warna, memerlukan ketelitian agar hasil akhir berkualitas tinggi.”

Hasil rapat dan observasi mencatat beberapa capaian penting. Pertama, tim memperoleh pemahaman teknis proses produksi batik tulis secara langsung, termasuk tahapan dari persiapan kain hingga finishing. Kedua, teridentifikasi teknik pewarnaan alami dan penggunaan bahan fiksasi. Ketiga, ditemukan tantangan yang umum muncul, seperti konsistensi warna dan durasi produksi. Keempat, dokumentasi visual terkait proses produksi telah terkumpul sebagai bahan laporan dan referensi tim.

Rencana selanjutnya mencakup penerapan teknik produksi yang telah dipelajari dalam pembuatan karya batik, pelaksanaan uji coba pewarnaan pada kain sutra, penyempurnaan metode pewarnaan berdasarkan hasil observasi, penyusunan standar teknis produksi sebagai acuan tim, serta dokumentasi lanjutan selama proses produksi karya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Hibah Dana Indonesiana 2025 Kementerian Kebudayaan RI, yang didukung skema pendanaan LPDP, dengan UBSI berperan aktif sebagai institusi pendidikan yang memadukan riset akademik, pelestarian budaya, dan praktik produksi batik berbasis pewarna alami. Observasi di Arji SM Batik menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap karya yang dikembangkan tetap memadukan kualitas estetika, nilai tradisi, dan keberlanjutan bahan pewarna alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *