Jakarta – Inovasi digital kembali lahir dari mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Dua mahasiswa dari kelompok The Sweet Rush, Aisha Salma Huwaida dan Annisa Nurul Putri, sukses mengembangkan aplikasi absensi berbasis QR Code untuk SMAS Muhammadiyah 15 Jakarta. Aplikasi yang diberi nama Sistem Absensi Siswa Berbasis QR Code dengan Metode Constraint-Based Validation ini diserahkan secara resmi kepada pihak sekolah pada Rabu (2/7) silam.
Aplikasi tersebut merupakan bagian dari tugas akhir yang bertujuan mendigitalisasi sistem pencatatan kehadiran siswa. Melalui sistem ini, proses absensi tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan cukup dengan pemindaian QR Code.
Aisha Salma Huwaida menjelaskan bahwa aplikasi ini dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, serta keamanan data kehadiran siswa. Fitur utama yang dimiliki aplikasi, seperti pemindaian QR Code untuk kehadiran siswa, validasi berdasarkan waktu, lokasi, dan identitas siswa, sistem monitoring kehadiran secara otomatis, serta akses laporan absensi oleh guru dan admin sekolah.
“Kami ingin memberikan solusi yang tidak hanya canggih, tapi juga mudah digunakan oleh guru dan siswa. Semoga aplikasi ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh pihak sekolah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (21/7).
Dalam acara serah terima, hadir Abdul Gafur selaku Wakil Kepala Sekolah SMAS Muhammadiyah 15 Jakarta serta dosen pembimbing dari UBSI. Abdul menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi mahasiswa UBSI.
“Kami menyambut baik inovasi dari mahasiswa UBSI ini. Aplikasi ini sangat membantu dan sesuai dengan kebutuhan sekolah kami yang sedang berupaya mengembangkan sistem digital,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penggunaan aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan kedisiplinan siswa dan memudahkan proses pengawasan kehadiran.
Acara serah terima ditutup dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk penerimaan resmi aplikasi oleh pihak sekolah. SMAS Muhammadiyah 15 Jakarta juga menyatakan komitmennya untuk terus mengelola dan mengembangkan aplikasi ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem administrasi berbasis digital. Melalui inovasi ini, UBSI yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif tidak hanya menunjukkan kapabilitas akademik, tetapi juga kontribusi nyata dalam mendorong kemajuan teknologi di dunia pendidikan.





