Pontianak — Tim voli SMA 7 Pontianak berhasil menembus babak final dalam Volleyball Competition BSI Flash 2025 yang digelar pada 11–12 Juni 2025 di Sport Center Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak yang terkenal sebagai Kampus Digital Kreatif. Meski harus puas di posisi juara 2, perjuangan tim ini tetap mendapat apresiasi tinggi dari pelatih mereka, Jarot Wahyu, yang menyaksikan langsung semangat luar biasa para pemainnya di lapangan.
Jarot mengaku bangga dan puas atas penampilan anak asuhnya. Ia menilai bahwa tim sudah menjalankan instruksi dengan baik, dan berhasil memenuhi target awal untuk lolos ke partai final.
“Pertama saya merasa bangga dan puas atas penampilan tim voli SMA 7, karena target yang kami gariskan untuk masuk ke babak final tercapai,” ujarnya.
Strategi yang diterapkan sederhana namun efektif, bermain kompak, penuh semangat, dan menghindari kesalahan sendiri. Ia juga menekankan pentingnya tidak meremehkan lawan dalam pertandingan singkat dua set.
“Saya arahkan anak-anak untuk bermain fokus, terutama pada servis. Jangan menganggap remeh siapa pun yang kita hadapi,” jelas Jarot.
Tantangan terbesar selama turnamen menurutnya tidak terlalu signifikan, karena tim sudah cukup familiar dengan gaya bermain lawan melalui turnamen-turnamen sebelumnya. Namun, ia menyampaikan sejumlah masukan terhadap pelaksanaan turnamen.
“Dari segi sarana dan prasarana sudah luar biasa. Tapi kalau bisa, sistem pertandingan dibuat tiga set kemenangan, bukan dua. Dan jadwal jangan terlalu padat, karena kemarin sehari bisa main tiga kali. Sangat melelahkan, apalagi di tengah terik matahari,” ungkapnya.
Jarot juga berharap agar turnamen ini menjadi agenda tahunan yang ditunggu-tunggu oleh sekolah-sekolah. Ia mengusulkan agar BSI menyiapkan piala bergilir sebagai penghargaan bergengsi bagi para juara.
“Insyaallah, tim voli SMA 7 siap hadir kembali tahun depan. Kami sangat mendukung turnamen seperti ini terus berlangsung karena memberi ruang positif bagi pelajar,” tutupnya.





