Jakarta – Di tengah pesatnya transformasi digital, karier digital menjadi salah satu pilihan masa depan paling menjanjikan bagi generasi muda Indonesia. Berbagai profesi baru terus bermunculan, mulai dari digital marketer, business analyst, content strategist, hingga digital entrepreneur. Kondisi ini menuntut kesiapan sumber daya manusia yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memahami strategi bisnis berbasis digital.
Indonesia saat ini menikmati bonus demografi dengan Generasi Z sebagai kelompok usia produktif terbesar. Namun, tantangan utamanya bukan sekadar menjadi pengguna aktif teknologi, melainkan bagaimana mengubah kebiasaan digital menjadi karier digital yang berkelanjutan dan profesional.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menghadirkan pendekatan pendidikan yang praktis, aplikatif, dan selaras dengan kebutuhan industri. UNM menekankan bahwa membangun karier digital tidak cukup hanya dengan teori, tapi harus didukung pengalaman nyata di dunia kerja.
Melalui Program Studi (prodi) Bisnis Digital, UNM membekali mahasiswa dengan kompetensi strategis, antara lain strategi pemasaran digital, e-commerce, analisis data bisnis, pemanfaatan teknologi dalam pengambilan keputusan, hingga pengembangan startup. Kurikulum dirancang berbasis project-based learning, sehingga mahasiswa terbiasa menyelesaikan studi kasus riil industri.
Selain itu, UNM punya Program Internship Experience Program (IEP) 3+1. Kuliah hanya 3 tahun kuliah dan 1 tahun magang profesional. Program ini memastikan mahasiswa memiliki pengalaman kerja nyata sebelum lulus, membangun portofolio, memperluas jejaring, serta memahami budaya kerja industri digital.
Koordinator Marketing dan Komunikasi Universitas Nusa Mandiri, Wawan Kurniawan, menegaskan bahwa UNM tidak ingin mahasiswa hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi pelaku utama di ekosistem digital.
“Gen Z sudah sangat akrab dengan dunia digital, tapi itu belum cukup. Di UNM, kami mengarahkan mahasiswa agar tidak hanya jago memakai teknologi, tapi mampu mengubahnya menjadi keahlian profesional dan sumber karier. Melalui Prodi Bisnis Digital dan program 3+1, mahasiswa kami lulus bukan hanya dengan ijazah, tapi dengan pengalaman industri nyata,” jelasnya dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta, pada Rabu (27/1).
Menurutnya, kesenjangan antara dunia kampus dan dunia kerja masih menjadi persoalan besar di Indonesia. Oleh karena itu, UNM hadir sebagai career-oriented campus yang menjembatani akademik dengan kebutuhan industri digital.
“Kami ingin mahasiswa UNM masuk dunia kerja dengan kepercayaan diri tinggi, punya portofolio, dan siap bersaing. Inilah konsep Kampus Digital Bisnis yang kami bangun,” tambahnya.
Dengan karakter Gen Z yang kreatif, adaptif, dan melek teknologi, UNM berperan sebagai enabler yang membantu mengubah potensi tersebut menjadi karier profesional di bidang digital.





