Yogyakarta, 17 Juli 2025. — Program Studi Perhotelan Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Kota Yogyakarta menggelar Sertifikasi Kompetensi dengan skema okupasi Bakery, Demi Chef, dan receptionis pada Kamis, 17 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB di Wisma BSI Yogyakarta. Kegiatan yang menghadirkan Tim Assesor LSP Jana Dharma Yogyakarta, sebagai narasumber utama ini diikuti oleh mahasiswa-mahasiswi Program Studi Perhotelan Universitas BSI Yogyakarta.
Ujian Sertifikasi Kompetensi ini bertujuan memberikan bekal tertulis yang menyatakan bahwa mahasiswa telah memenuhi standar kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri hospitality. Membekali mahasiswa dengan kompetensi tambahan yang sesuai dengan kebutuhan industri hospitality.. Kegiatan ini didampingi oleh salah satu dosen pembimbing, yaitu Ibu Emmita Devi Hari Putri, S.Par, MM.
Dalam sambutannya, Tim dari LSP Jana Dharma menyampaikan, “kegiatan ini sebagai wadah bagi kalian untuk menunjukkan kompetensi sesuai bidang yang mau kalian tekuni, yang nantinya tertuang pada sertifikat resmi yang membantu kalian dalam memperoleh pekerjaan.”

Sertifikasi kompetensi diawali dengan pembukaan setelah itu, peserta dipersilahkan untuk melaksanakan persiapan dan melaksanakan ujian praktik secara mandiri. Selanjutnya, peserta yang membuat produk diminta untuk menghidangkan makanan yang telah siap disajikan, dan diikuti wawancara sesuai kompetensinnya. Setelah penilaian, peserta langsung diberitahu hasil ujian sertifikasi kompetensi, dari 7 peserta yang mengikuti semua dinyatakan kompeten sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. “Pengalaman ini sangat berharga bagi kami sebagai mahasiswa perhotelan. Kami senang dinyatakan kompeten, semoga nanti akan menjadi bekal kami saat bekerja.” ujar salah satu peserta mahasiswa semester 4.
Sertifikasi kompetensi ini menjadi salah satu upaya Universitas BSI Kampus Kota Yogyakarta dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tuntutan industri perhotelan. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang kompetensi yang didalami, mahasiswa diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami berharap mahasiswa yang dinyatakan kompeten bisa mempertanggungjawabkan dan memanfaatkan sertifikat ini dengan baik, bermanfaat bagi masa depan mereka,” ungkap Bapak Atun Yulianto, salah satu dosen pendamping.
Sertifikasi kompetensi ini tidak hanya memberikan wawasan baru bagi para mahasiswa, tetapi juga memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri perhotelan, menciptakan sinergi untuk menghasilkan SDM yang unggul.





