Tasikmalaya — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tasikmalaya sukses menggelar Seminar Kemerdekaan Digital dengan tema “Artificial Intelligence for Education and Business” pada Kamis (21/8) di Aula UBSI Tasikmalaya, Jalan Tanuwijaya No.4, Empangsari, Tawang, Kota Tasikmalaya. Acara yang dihadiri ratusan peserta dari kalangan pelajar, guru, hingga dosen ini berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi.
Kepala Kampus UBSI kampus Tasikmalaya, Agung Baitul Hikmah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta sekaligus membuka kesempatan beasiswa bagi generasi muda.
“Melalui seminar ini, kami berharap pengetahuan tentang kecerdasan buatan menjadi bekal penting dalam menghadapi era digital. UBSI berkomitmen mendukung anak bangsa berprestasi melalui program beasiswa hingga 100% biaya kuliah,” ungkapnya.
Acara ini turut menghadirkan Nurul Ichsan, Partner dari DICO (Digital Creative Community) sebagai narasumber pertama. Ia menekankan pentingnya peran komunitas dalam memperkuat ekosistem teknologi, khususnya AI.
“Komunitas adalah wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, sekaligus jembatan antara akademisi, praktisi, dan industri. Dengan berkomunitas, kita bisa memperluas jaringan, meningkatkan kompetensi, dan menciptakan solusi berbasis AI yang bermanfaat luas,” jelasnya.
Ichsan juga mengingatkan generasi muda untuk mengubah pola pikir agar siap menghadapi era kecerdasan buatan.
“Upgrade mindset, upgrade masa depan! AI bukan ancaman, tapi kesempatan. Etika menjadi pengingat agar kita makin bijak,” tegasnya.
Materi kedua dibawakan oleh Imam Amirulloh Dosen UBSI kampus Tasikmalaya sekaligus Praktisi AI. Ia memberikan gambaran konkret penerapan kecerdasan buatan di dua sektor penting, pendidikan dan bisnis.
“Di pendidikan, AI bisa digunakan untuk personalisasi pembelajaran, sistem penilaian otomatis, hingga analisis kebutuhan siswa. Sedangkan di dunia bisnis, AI dapat meningkatkan pengalaman pelanggan melalui chatbot, mengoptimalkan rantai pasok, dan mendukung keputusan strategis,” paparnya.
Imam menegaskan bahwa kemerdekaan digital harus dimaknai sebagai momentum untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta teknologi.
“Mari manfaatkan AI untuk memecahkan masalah nyata dan melahirkan inovasi berkelanjutan bagi Indonesia,” tutupnya.
UBSI yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif memberikan penghargaan kepada sekolah-sekolah mitra yang siswanya berhasil melanjutkan studi melalui jalur beasiswa. Hal ini menjadi simbol sinergi UBSI dengan dunia pendidikan untuk mencetak generasi unggul dan siap bersaing di dunia kerja.





