Perkuat Link and Match, UBSI Gandeng Seiwakai Jepang dan Jellyfish Education
Jakarta — Terus memperkuat strategi link and match antara pendidikan tinggi dan dunia kerja, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif mengadakan Forum Group Discussion (FGD) bersama Seiwakai Jepang dan PT Jellyfish Education Indonesia, Selasa, 3 Juni 2025, di Gedung Rektorat UBSI, Kramat 98, Jakarta.
FGD ini digelar sebagai langkah awal UBSI dalam menjembatani kebutuhan dunia industri dengan kompetensi lulusan, khususnya di bidang keperawatan dan kesehatan. Kolaborasi ini diinisiasi dengan dukungan penuh dari PT Jellyfish Education Indonesia yang selama ini berperan sebagai penghubung antara institusi pendidikan di Indonesia dan rumah sakit Seiwakai di Jepang.
Hadir dalam diskusi ini, Wakil Rektor I Bidang Akademik UBSI, Diah Puspitasari; Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan, Silvana Evi Linda; Kaprodi Keperawatan, Rahma Hidayati; Sekretaris Prodi, Agus Citra Dermawan; Kepala Kantor Urusan Internasional, Jimmi; serta tim Humas UBSI.
Sementara itu, dari pihak Jepang hadir Direktur Seiwakai, Dr. Kazuo Muta; Manajer, Shinji Ogata; Kepala Divisi, Itou Junji; Third Place Network Director, Takayuki Okuhara; dan CEO PT Jellyfish Education Indonesia, Fukumura Shiro.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UBSI, Diah Puspitasari, menjelaskan bahwa kegiatan Forum Group Discussion ini merupakan bagian dari upaya strategis universitas untuk menjembatani kebutuhan dunia kerja dengan kompetensi lulusan. Menurutnya, pendekatan link and match sangat penting agar mahasiswa dan alumni UBSI dapat terserap dengan baik di pasar kerja, terutama dalam skala internasional.
“Kami ingin memastikan bahwa kurikulum dan program pembelajaran yang kami jalankan benar-benar relevan dengan kebutuhan industri, khususnya sektor kesehatan di Jepang. Melalui kolaborasi dengan Seiwakai dan Jellyfish Education, kami berharap lulusan UBSI dapat memiliki peluang yang lebih besar untuk bekerja dan berkembang di luar negeri,” ujar Diah dalam keterangan tertulis, Rabu (4/6).
Sementara itu, Fukumura Shiro menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi penghubung dalam proses rekrutmen dan penempatan tenaga kerja Indonesia di Jepang.
“UBSI memiliki potensi besar untuk melahirkan SDM yang dibutuhkan industri kesehatan Jepang,” ujarnya.
Dr. Kazuo Muta menambahkan bahwa Seiwakai terbuka untuk menjalin kerja sama dalam bentuk pelatihan, pertukaran pengetahuan, dan rekrutmen tenaga profesional dari Indonesia.
Melalui forum ini, UBSI menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar kerja internasional.





