Bantul – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika melaksanakan kegiatan pelatihan bertajuk “Strategi Digital Marketing dalam Meningkatkan Nilai Jual Produk” bagi Kelompok PKK Dusun Monggang, Desa Budaya Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ibu Warno Bubur, Monggang, pada Sabtu, 09 Mei 2026 pukul 10.00 WIB ini dihadiri oleh Bapak dan Ibu Kepala Dukuh Monggang serta ibu-ibu PKK yang antusias mengikuti jalannya acara.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali ibu-ibu PKK dengan keterampilan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran produk lokal, sehingga dapat meningkatkan nilai jual, memperluas jangkauan pasar, dan memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga. Tim pelaksana terdiri dari Annida Purnamawati, M.Kom (Ketua Tim), Umi Khultsum, M.Kom (Tutor), Eka Rahmawati, M.Kom (Anggota), Yulianto, S.E., M.M (Anggota), Dwi Yuliyanti (Anggota), dan Ade Rizky Pauzy (Anggota).
Dalam sambutannya, Annida Purnamawati, M.Kom selaku Ketua Tim menyampaikan, “Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi bekal praktis bagi ibu-ibu PKK dalam mengoptimalkan media sosial untuk memasarkan produk. Dengan strategi digital marketing yang tepat, produk lokal tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga bisa menjangkau pasar yang lebih luas.” Sementara itu, Kepala Dukuh Monggang menegaskan dukungannya terhadap kegiatan ini dengan mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari tim pengabdian masyarakat yang telah hadir di Dusun Monggang. Pelatihan ini sejalan dengan upaya kami untuk memberdayakan warga, khususnya ibu-ibu PKK, agar lebih mandiri secara ekonomi melalui pemanfaatan teknologi digital.”
Selain itu, Umi Khultsum, M.Kom selaku Tutor menambahkan, “Materi yang kami berikan tidak hanya teori, tetapi juga praktik langsung. Dengan cara ini, ibu-ibu PKK dapat segera mencoba membuat konten, mengunggah produk, dan melihat bagaimana strategi digital marketing bisa diterapkan secara nyata.”
Kegiatan ini dikemas secara interaktif mulai dari cara membuat konten menarik, memanfaatkan platform populer seperti Instagram dan Facebook, hingga tips menjaga konsistensi branding produk. Peserta juga diajak untuk memanfaatkan smartphone yang mereka miliki sebagai alat utama pemasaran digital, mulai dari pengemasan yang baik, mengambil foto produk dengan pencahayaan sederhana, mengedit gambar menggunakan aplikasi bawaan, hingga mengunggah konten secara rutin agar produk lebih dikenal. Dengan pendekatan ini, ibu-ibu PKK tidak perlu bergantung pada perangkat mahal, melainkan dapat memaksimalkan teknologi yang sudah ada di tangan mereka. Kehadiran tim akademisi bersama masyarakat diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pemberdayaan komunitas, khususnya dalam meningkatkan literasi digital dan kemandirian ekonomi ibu-ibu PKK Dusun Monggang.





