Info Kampus

Pelatihan Dasar IoT dan Web di Desa Cengkawakrejo Beri Wawasan Baru untuk Komunitas Digital

×

Pelatihan Dasar IoT dan Web di Desa Cengkawakrejo Beri Wawasan Baru untuk Komunitas Digital

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta, 9 November 2024 – Program Studi Sistem Informasi UBSI Kampus Kota Yogyakarta mengadakan pelatihan dasar dan pengenalan Internet of Things (IoT) serta web untuk anggota Komunitas Digital Desa di Cengkawakrejo, Purworejo. Acara yang digelar pada Sabtu pagi dari pukul 09.00 hingga 12.00 ini menghadirkan narasumber Gunawan Budi Sulistyo, M.Kom, dan Tri Wahyudi, M.Kom, yang berbagi ilmu tentang konsep dan aplikasi praktis IoT dan web.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Kaprodi Sistem Informasi UBSI Kampus Yogyakarta, Noor Hasan, M.Kom. Ia mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini dapat terus berlanjut dan membawa manfaat besar, tidak hanya bagi masyarakat Desa Cengkawakrejo, tetapi juga untuk masyarakat Purworejo secara luas. “Kami berharap pelatihan ini bisa menjadi jembatan menuju pemberdayaan digital bagi masyarakat desa, sehingga teknologi dapat diterapkan secara langsung dalam kegiatan sehari-hari,” jelas Noor Hasan.

Gunawan Budi Sulistyo, M.Kom membuka sesi pertama dengan pengenalan dasar mengenai Internet of Things (IoT). Dalam materinya, Gunawan menjelaskan konsep IoT yang memungkinkan berbagai perangkat untuk saling terhubung dan berkomunikasi melalui jaringan internet. Untuk memberi pengalaman praktis, ia juga memandu peserta dalam membuat prototipe sederhana sistem penyiraman otomatis pada tanaman. Dengan prototipe ini, peserta bisa memahami bagaimana teknologi IoT dapat diterapkan untuk kebutuhan pertanian, yang relevan dengan lingkungan pedesaan. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti ini dapat meningkatkan efisiensi dan
memberikan solusi untuk kegiatan pertanian masyarakat desa.

Di sesi selanjutnya, Tri Wahyudi, M.Kom memperkenalkan dasar-dasar website dan perannya sebagai platform untuk informasi dan komunikasi. Dalam presentasinya, Tri menjelaskan konsep website dan bagaimana situs web dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi atau bahkan mendukung kegiatan ekonomi. Selain itu, Tri juga memperkenalkan peserta pada OpenSID, sebuah aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) yang dirancang untuk membantu pemerintah desa mengelola data dan informasi secara digital. Ia menyebutkan bahwa OpenSID dapat menjadi solusi praktis bagi pemerintah desa untuk memudahkan administrasi dan komunikasi dengan warganya. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya dan berdiskusi, terutama ketika Tri menjelaskan tentang potensi website untuk mendukung perekonomian desa. Febri, seorang anggota karang taruna, menanyakan tentang cara menghasilkan pendapatan dari website desa. Tri menjelaskan bahwa website bisa dimanfaatkan sebagai platform promosi produk lokal, seperti kerajinan atau hasil pertanian, yang dipasarkan secara online untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain dari pihak UBSI, acara ini juga mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat setempat. Rintang Wahyu Kurniawan, kader Desa Cerdas dari Cengkawakrejo, menyampaikan harapannya agar kegiatan pelatihan ini dapat berlanjut hingga tahap implementasi. “Kami berharap tidak hanya sebatas pelatihan, tetapi juga ada pendampingan hingga kami dapat mengembangkan website desa yang bermanfaat untuk masyarakat dan pemerintah desa. Kami ingin teknologi ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi bisa terus diterapkan untuk kepentingan desa,” ungkap Rintang. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan Komunitas Digital Desa di Cengkawakrejo mampu memahami konsep dasar IoT dan website, serta bisa mengaplikasikan teknologi tersebut untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas di lingkungan mereka. Kegiatan ini mencerminkan komitmen UBSI Kampus Yogyakarta dalam mendukung transformasi digital di tingkat desa, serta mendorong peningkatan keterampilan teknologi yang relevan untuk masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *