Info KampusPendidikan

Menolak Palsukan Surat Miskin, Pilihan Arif Prakoso Kuliah di UBSI Mengantarnya Jadi Direktur Production House

×

Menolak Palsukan Surat Miskin, Pilihan Arif Prakoso Kuliah di UBSI Mengantarnya Jadi Direktur Production House

Sebarkan artikel ini

Jogjahitz.com, Bekasi — Mohammad Arif Prakoso kembali berdiri di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dalam Seminar Motivasi (Semot) di BSI Convention Center (BSI Convex), Kaliabang, Bekasi. Alumni UBSI tersebut hadir untuk berbagi pengalaman perjalanan pendidikan dan kariernya hingga menjadi Direktur PT Karya Visual Anantara, sebuah production house yang telah beroperasi selama 11 tahun.

Perjalanan Arif bersama UBSI bermula ketika ia harus menentukan pilihan perguruan tinggi setelah lulus sekolah. Saat itu, ia sempat mendatangi salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Depok untuk menanyakan kemungkinan pembayaran biaya kuliah secara cicilan. Kondisi ekonomi keluarga menjadi pertimbangan karena sang ibu juga masih harus membiayai adiknya yang duduk di bangku SMA.

Baca juga: SEMOT 2026 UBSI Yogyakarta Bekali Mahasiswa Baru dengan Motivasi dan Inspirasi

Namun, pihak kampus memintanya mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di kelurahan. Arif memilih tidak mengikuti saran tersebut karena menilai kondisi keluarganya bukan tidak mampu, melainkan perlu mengatur prioritas keuangan.

Dalam perjalanan pulang bersama ibunya, Arif kemudian menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan di UBSI. Keputusan tersebut menjadi pilihannya untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa kembali mendaftar ke perguruan tinggi lain.

Arif kemudian menjadi mahasiswa Program Studi Manajemen Informatika, yang kini bernama Sistem Informasi, UBSI angkatan 2010. Dua semester pertama dijalaninya di kelas reguler UBSI Kampus Margonda. Setelah itu, ia mulai bekerja dan membutuhkan sistem perkuliahan yang lebih fleksibel.

“Dari semester tiga sampai lulus, saya pindah ke UBSI Kampus Fatmawati, di daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan. Pindah kampus dan pindah jadi kelas malam karena harus bekerja. UBSI sangat membantu, karena mahasiswanya bisa migrasi nilai dan beralih ke kelas malam. Fasilitas itu sangat menyelamatkan saya,” ujar Arif.

Di luar pendidikan formal, Arif juga mencoba sejumlah usaha. Ia pernah membuka bimbingan belajar, berjualan makanan, hingga menjalankan jasa kurir sebelum layanan transportasi berbasis aplikasi berkembang luas. Sejumlah usaha tersebut tidak bertahan lama, tetapi pengalaman itu membawanya semakin mengenal bidang yang diminatinya.

Latar belakang pendidikan di bidang teknologi kemudian dipadukan dengan ketertarikannya pada industri kreatif visual. Dari bidang tersebut, Arif akhirnya menekuni bisnis production house hingga kini dipercaya menjadi Direktur PT Karya Visual Anantara.

Hubungannya dengan UBSI kembali berlanjut ketika ia diundang sebagai salah satu alumni yang hadir dalam Semot. Momen tersebut mengingatkannya pada pengalaman saat mengikuti wisuda di Jakarta Convention Center (JCC).

Saat itu, Arif duduk sebagai salah satu wisudawan dan sempat membayangkan dapat kembali ke kampus suatu hari nanti untuk berdiri di hadapan mahasiswa sebagai sosok yang menginspirasi. Beberapa tahun kemudian, kesempatan tersebut terwujud melalui kehadirannya dalam Semot UBSI.

Dalam acara yang dihadiri ribuan mahasiswa baru tersebut, Arif melihat perubahan dalam penyelenggaraan kegiatan kampus dibandingkan masa kuliahnya.

Baca juga: Di Balik Layar Aplikasi Punya BRI, Taufan, Alumni UBSI yang ‘Menolak Bodoh’ karena AI

“Ini sangat well-organized, panggungnya megah tanpa ada budaya perpeloncoan. Dulu orang mungkin menganggap UBSI sebagai pilihan terakhir, tapi sekarang masuk UBSI itu sudah menjadi pilihan utama kampus swasta. Mahasiswanya ada Puteri Indonesia, banyak yang dapat beasiswa hingga ke luar negeri. Harapannya, acara ini bisa membuka pikiran mahasiswa baru bahwa di sini, mereka semua punya panggung untuk berprestasi,” kata Arif.

Bagi Arif, perjalanan dari mahasiswa hingga menjadi profesional di industri kreatif menjadi pengalaman yang menunjukkan bahwa pilihan pendidikan dapat menjadi bagian dari proses membangun karier. Ia juga mendorong mahasiswa baru UBSI untuk memanfaatkan kesempatan selama masa kuliah dan mengembangkan potensi sesuai bidang yang diminati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *