Jogjahitz.com, Jakarta — Tiga mahasiswa semester tujuh Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri (UNM) menjalani program magang di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Melalui Internship Experience Program (IEP) 3+1, Abira Wisnunggal, Inggit Plowrensita, dan Nisrina Khansa Permatasari terlibat dalam pengembangan Research Intelligence berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pengelolaan informasi ilmiah.
Dalam proyek tersebut, para mahasiswa memanfaatkan teknologi Retrieval-Augmented Generation (RAG) untuk menghubungkan model bahasa besar dengan data bibliometrik penelitian. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu proses penelusuran dan eksplorasi informasi ilmiah berdasarkan data serta publikasi yang relevan.
Baca juga: Prodi Informatika S1 di UNM Kampus Margonda, Lulusan Disiapkan jadi Ahli AI dan Cyber Security
Direktur Evaluasi Kebijakan Riset, Teknologi, dan Inovasi BRIN, Dr. Yan Riyanto, M.Eng., menjelaskan bahwa pemanfaatan AI membuka peluang untuk mengolah informasi penelitian agar lebih mudah ditelusuri dan dimanfaatkan.
“Pemanfaatan data dan kecerdasan buatan membuka peluang untuk mengolah informasi penelitian menjadi pengetahuan yang lebih mudah ditelusuri dan dimanfaatkan,” katanya.
Mahasiswa Terlibat dalam Pengembangan Teknologi Riset
Ketua Program Studi Sains Data UNM, Tati Mardiana, menyambut positif keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan teknologi untuk mendukung pengelolaan data di lembaga riset pemerintah.
“Pengalaman magang di lingkungan riset memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan perkuliahan dalam menyelesaikan persoalan nyata,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (30/10).
Baca juga: Mahasiswa Prodi Sains Data UNM, Kembangkan Karier AI Lewat Magang dan Kompetisi
Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam proyek berbasis AI dapat memperluas wawasan sekaligus mengasah kemampuan teknis yang telah dipelajari selama perkuliahan.
“Pengalaman para mahasiswa di BRIN mempertegas pentingnya sinergi antara pembelajaran akademis dan praktik profesional di industri maupun lembaga riset. Komitmen ini menjadi bagian dari upaya UNM dalam mencetak talenta data yang inovatif dan siap menjawab perkembangan teknologi masa depan,” jelasnya.
Melalui program IEP 3+1, UNM memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman profesional di luar lingkungan kampus. Keterlibatan dalam proyek pengembangan Research Intelligence di BRIN diharapkan dapat memperkuat kemampuan mahasiswa dalam mengolah data dan menerapkan teknologi AI untuk kebutuhan riset.





