Info KampusPendidikan

Mahasiswa UBSI Tampilkan Pesona Budaya Nusantara Melalui Tari Kreasi “Sorote Lintang” pada Kenduren Got Talent

×

Mahasiswa UBSI Tampilkan Pesona Budaya Nusantara Melalui Tari Kreasi “Sorote Lintang” pada Kenduren Got Talent

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta-Mahasiswa BSI Surakarta Kreativitas mahasiswa tidak hanya tercermin melalui prestasi akademik, tetapi juga melalui kemampuan mereka dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya Indonesia. Semangat tersebut ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Yogyakarta yang berpartisipasi dalam ajang Kenduren Got Talent, sebuah kompetisi seni yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia pada Sabtu,20/6/2026 sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus pelestarian budaya lokal.

Kenduren Got Talent menjadi wadah bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menampilkan bakat, kreativitas, serta inovasi di bidang seni. Salah satu kategori yang diperlombakan adalah Lomba Tari Kreasi, yang mengangkat nilai-nilai budaya daerah melalui perpaduan gerak, musik, dan ekspresi artistik yang dikemas secara kreatif tanpa meninggalkan akar tradisinya.

Pada tahap seleksi awal, peserta mengirimkan video penampilan tari yang kemudian dinilai oleh dewan juri. Seleksi internal bagi tim Universitas BSI dilaksanakan di Aula BSI Kampus Surakarta sebagai bagian dari proses persiapan sebelum video dikirimkan ke panitia. Kompetisi ini diikuti oleh berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga menjadi ajang bergengsi bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat luas.

UBSI Kampus Yogyakarta mengirimkan tim tari yang beranggotakan Andin Bunga Ariesta, Anjelina Sendi Aulia, dan Nimas Citra Rachmawati. Ketiga mahasiswa tersebut membawakan karya tari kreasi berjudul “Sorote Lintang”, sebuah tarian yang sarat akan nilai budaya, kebersamaan, dan semangat masyarakat pesisir.

Tari Sorote Lintang terinspirasi dari kehidupan masyarakat pesisir di kawasan Tanjung yang dikenal memiliki karakter ramah, menjunjung tinggi gotong royong, serta hidup berdampingan secara harmonis dengan alam. Keindahan koreografi dipadukan dengan iringan musik yang bersemangat serta penggunaan kostum bernuansa cerah yang melambangkan optimisme, harapan, dan keceriaan. Keselarasan antara gerak, musik, serta tata busana mampu menghadirkan pertunjukan yang komunikatif dan memberikan pengalaman visual yang menarik bagi para penonton.  Ketua tim tari, Andin Bunga Ariesta, menyampaikan bahwa keikutsertaan mereka dalam kompetisi ini bukan sekadar mengejar prestasi, melainkan juga sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap pelestarian budaya Indomenilai bahwa inovasi dalam seni pertunjukan menjadi salah satu cara efektif untuk menarik minat generasi muda terhadap budaya lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *