Jakarta – Alfian, mahasiswa Program Studi (Prodi) Bisnis Digital Cyber University atau Universitas Siber Indonesia, meraih sertifikasi penaksiran barang jaminan emas dari PT Pegadaian. Pelatihan intensif ini berlangsung di Wisma Hijau, Cimanggis, Depok, pada 13-25 April 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperkuat kompetensi praktis mahasiswa di sektor keuangan.
Selama pelatihan, para peserta dibekali teknik penaksiran emas, standar penilaian, hingga manajemen risiko. Alfian yang juga merupakan Agen Pegadaian UPC Pasar Baru ini mengikuti praktik langsung identifikasi dan analisis kualitas logam mulia tersebut. Kegiatan ini bertujuan menjembatani teori di kelas dengan kebutuhan profesional di lapangan.
Alfian mengungkapkan bahwa pengalaman ini memberikan wawasan baru mengenai standar profesional di sektor jasa keuangan. Menurutnya, pemahaman mendalam tentang layanan gadai sangat penting bagi kariernya di masa depan.
“Pelatihan ini membuka wawasan saya tentang standar profesional dalam dunia penaksiran emas. Banyak ilmu praktis yang sangat relevan dengan perkembangan industri saat ini,” kata Alfian dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5).
Sementara itu, Ketua Program Studi Bisnis Digital Cyber University, Vivi Afifah, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan mahasiswanya tersebut. Ia menegaskan bahwa dunia kerja saat ini menuntut lulusan yang memiliki sertifikasi profesional selain pemahaman konsep bisnis.
“Kami sangat mengapresiasi mahasiswa yang aktif meningkatkan kompetensi melalui sertifikasi industri. Lulusan harus memiliki pengalaman praktis dan kesiapan menghadapi transformasi industri keuangan digital,” ungkap Vivi.
Vivi menambahkan, pihak prodi akan terus mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam program pelatihan dan pengalaman industri sejak dini. Hal ini dilakukan untuk memperkuat kesiapan karier (career readiness) para mahasiswa sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja.
“Di Cyber University kami punya Company Learning Program (CLP) 3+1. Mahasiswa kuliah hanya 3 tahun dan 1 tahunnya magang di industri. Maka tak heran, jika lulusan Cyber University cepat terserap dunia kerja,” jelasnya.
Ia juga berharap, keberhasilan ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk mengintegrasikan keahlian teknologi dengan layanan keuangan modern. Sinergi antara pendidikan formal dan sertifikasi profesi menjadi kunci utama dalam menghadapi ekosistem ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang.





