Info KampusPendidikan

Kuliah vs Konten Dosen UBSI Bahas Tantangan Mahasiswa di Era Kreator Digital

×

Kuliah vs Konten Dosen UBSI Bahas Tantangan Mahasiswa di Era Kreator Digital

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya – Fenomena kuliah vs konten kini menjadi sorotan di dunia pendidikan tinggi. Di tengah maraknya mahasiswa yang merambah dunia digital sebagai kreator konten, mulai dari pembuat video edukasi, podcaster, hingga pelaku bisnis daring, muncul pertanyaan: bagaimana mereka menyeimbangkan antara tanggung jawab akademik dan aktivitas digital yang semakin menjanjikan?

Dosen UBSI (UBSI) kampus Tasikmalaya, Bambang Kelana Simpony, menilai tren tersebut sebagai hal positif selama dijalankan dengan kesadaran dan tanggung jawab penuh.

“Menjadi konten kreator itu bagus, karena melatih kemampuan komunikasi, berpikir kreatif, dan bahkan bisa jadi sumber penghasilan. Tapi yang harus diingat, kuliah tetap prioritas. Dunia digital jangan sampai menggerus fokus belajar,” kata Bambang, kepada media, di Tasikmalaya, Selasa (28/10).

Menurutnya, mahasiswa masa kini punya potensi besar untuk berkembang karena mereka tumbuh di lingkungan yang akrab dengan teknologi dan media sosial. Namun, ia menekankan pentingnya kemampuan manajemen waktu serta menjaga integritas akademik agar aktivitas di dunia maya tidak mengganggu prestasi kuliah.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa menjadi kreator digital bukan berarti melupakan dunia akademik. Justru, konten yang dibuat mahasiswa bisa menjadi portofolio digital yang mendukung karier mereka setelah lulus.

“Kalau kontenmu relevan dengan bidang kuliahmu, itu bukan gangguan, itu bagian dari proses belajar yang lebih luas,” jelas Bambang. Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI (UBSI) terus mendorong mahasiswanya untuk produktif secara digital tanpa meninggalkan nilai-nilai akademik.

“Kreativitas digital adalah masa depan. Tapi nilai akademik tetap jadi pondasi. Keduanya harus berjalan seimbang,” pungkasnya. Melalui pendekatan tersebut, UBSI kampus Tasikmalaya khususnya, tidak hanya melahirkan lulusan yang cakap teknologi, tapi juga punya karakter dan etika digital yang kuat di tengah persaingan dunia kreatif modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *