Bekasi – Transformasi digital terus merambah ke berbagai sektor, tak terkecuali dunia olahraga. Salah satu kisah sukses datang dari Taekwondo Valentino Club, sebuah komunitas bela diri yang telah berdiri sejak 1999 di Bekasi Selatan, Jawa Barat. Klub ini tak hanya dikenal karena konsistensinya mencetak atlet berprestasi, namun juga menjadi pelopor dalam menerapkan sistem manajemen digital berbasis web di level komunitas.
Sebagai bagian dari upaya modernisasi berbasis teknologi, Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, menjalin kolaborasi strategis melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai oleh Kemendikbudristek Tahun 2025.
Program ini menghadirkan solusi digital terintegrasi yang secara signifikan merevolusi sistem pengelolaan klub, mulai dari administrasi keanggotaan, penjadwalan latihan, hingga pencatatan prestasi para atlet, menjadikannya lebih efisien, transparan, dan profesional.
Tim dosen Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang terlibat terdiri dari Taopik Hidayat dari Prodi Sains Data sebagai ketua tim, serta Nurul Khasanah dari Prodi Informatika dan Daniati Uki Eka Saputri dari Prodi Sistem Informasi sebagai anggotanya. Mahasiswa dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo UNM juga turut terlibat secara aktif, yaitu Liza Amelia dan Pangrasya Christina Rahanmitu dari Prodi Sistem Informasi, serta Naufal Muzaki Ramadhan dari Prodi Informatika.
“Transformasi digital bukan hanya soal alat, tapi tentang membangun efisiensi dan daya saing klub di era modern,” ujar Taopik dalam keterangan rilis, pada Jumat (13/6).
Ia menjelaskan bahwa sistem yang dikembangkan memungkinkan pelatih, pengurus, dan anggota berinteraksi lebih efektif. Calon anggota kini bisa mengakses informasi klub melalui website resmi, sementara pelacakan perkembangan atlet terdokumentasi dengan sistematis, membantu proses evaluasi berbasis data.
Sementara itu, Ketua Umum Taekwondo Valentino Club, Willem Yanes Aldenhoven, menyambut baik inisiatif ini. “Kami sekarang siap untuk lebih profesional, lebih terbuka, dan lebih cepat dalam mengelola aktivitas klub. Digitalisasi diharapkan dapat membuat kami selangkah lebih maju dibanding komunitas lain,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin 9 (Inovasi dan Infrastruktur). Selain itu, kegiatan ini selaras dengan semangat Kampus Berdampak karena melibatkan mahasiswa dalam merancang dan mengimplementasikan solusi nyata bagi masyarakat.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri terus menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan inovasi berbasis teknologi yang berdampak nyata. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa teknologi digital bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan nyata dalam pengelolaan komunitas modern yang adaptif dan berkelanjutan,” tutupnya.





