Jogjahitz.com, Bantul – Kebakaran lahan melanda kawasan perbukitan di Kapanewon Imogiri, Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu (26/7) sore. Dua lokasi terdampak, yakni bukit Putat di Kalurahan Selopamioro dan kawasan perbukitan Kalurahan Wukirsari, dengan total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai delapan hektare.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan laporan pertama diterima sekitar pukul 15.00 WIB dari Kawasan perbukitan Dusun Putat, Kalurahan Selopamioro. Sekitar satu jam kemudian, pihaknya kembali menerima laporan kebakaran dari Kawasan Kalurahan Wukirsari.
“Pada peristiwa di Selopamioro, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lima hektare dan seluruhnya merupakah tanah Sultan Ground yang berada di kawasan perbukitan, jauh dari permukiman warga,” ujar Rita.
Baca juga: Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul, Momentum Memperkuat Semangat Pengabdian dan Kebersamaan
Saat proses penanganan di Selopamioro masih berlangsung, kebakaran kembali terjadi di Kalurahan Wukirsari sekitar pukul 16.00 WIB. Api muncul di dua titik, yakni di kawasan dusun Karangasem RT 06 dan dusun Nogosari RT 04.
Menurut Rita, luas lahan yang terbakar di Wukirsari diperkirakan mencapai tiga hektare. Area tersebut terdiri atas lahan milik warga yang berstatus Sertifikat Hak Milik (SHM) dan sebagian berada di tanah Sultan Ground.
“Lahan yang terbakar terdiri atas lahan milik warga dan tanah Sultan Ground yang berada di kawasan perbukitan, sehingga lokasinya cukup jauh dari permukiman masyarakat,” jelasnya.
Petugas mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran bersama enam personel untuk memadamkan api. Proses penanganan juga melibatkan kepolisian, rekawan, serta unsur terkait lainnya. Namun, upaya pemadaman sempat mengalami kendala karena lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
Hingga Minggu malam, kebakaran di kawasan Wukirsari dilaporkan telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, relawan masih melakukan pemantauan guna memastikan tidak ada titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Sementara itu, di Selopamioro, petugas masih melakukan proses pendinginan karena sejumlah titik api dilaporkan belum sepenuhnya padam. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah bara api kembali menyala.
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran di kedua lokasi. Dugaan awal mengarah pada aktivitas pembakaran semak untuk membersihkan lahan, namun penyelidikan masih terus dilakukan.
Rita menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan perbukitan yang dipenuhi vegetasi kering.
“Untuk penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam penyelidikan. Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan perbukitan yang saat ini banyak dipenuhi vegetasi kering akibat musim kemarau,” pungkasnya.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak membakar sampah, daun kering, maupun semak tanpa pengawasan. Kondisi angin yang cukup kencang saat musim kemarau dapat menyebabkan api dengan cepat merambat ke area yang lebih luas, bahkan berpotensi mengancam permukiman apabila tidak segera dikendalikan.



