JAKARTA, KOMPAS.com – Permasalahan utama yang muncul pada pasar atau layanan belanja online adalah rendahnya kepercayaan calon pembeli terhadap produk yang dihadirkan oleh penjual.
Tidak jarang penjual hanya memposting foto produk yang tidak menyerupai produk sebenarnya atau tidak sesuai dengan deskripsi.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, influencer sekaligus pendiri Social Bread, Edho Zell, memberikan beberapa tips agar konsumen mendapatkan pengalaman berbelanja secara digital.
- Pengenalan Produk
Sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk, konsumen seringkali ingin mengetahui produk mana yang akan dipilihnya. Jika Anda baru memulai bisnis, cobalah memperkenalkan produk Anda melalui media sosial yang menjadi prefensi masyarakat untuk memakai media sosial. Seperti sekarang, Anda dapat memperkenalkan produk tersebut melalui TikTok sambil memposting konten yang sedang viral.
Sama seperti TikTok, perkenalkan diri (brand) terlebih dahulu, jangan langsung fokus pada konten iklan produk.
Edho Zell berpendapat bahwa strategi ini sudah ketinggalan jaman, cocok untuk strategi bisnis di tahun 2019 ke bawah, karena algoritma di TikTok sekarang lebih bagus.
- Ketertarikan Terhadap Produk
Setelah membuat postingan yang memperkenalkan keberadaan produk/bisnis Anda, Anda bisa melakukan berbagai macam promosi di media sosial, baik di Instagram, TikTok, dan media sosial lainnya.
Yang bisa dilakukan, misalnya dengan menggunakan layanan periklanan yang ada di media sosial, menjadikan Instagram “mini browser” untuk produk yang Anda perdagangkan dan lebih menonjolkan keunggulan dari produk yang Anda miliki tersebut.
- Pertimbangan
Pada tahap pertimbangan ini, jika calon konsumen sudah mengenal dan tertarik dengan produk Anda, mereka akan sering mempertimbangkan aspek lain saat membeli produk Anda. Contoh umum adalah calon konsumen sangat membutuhkan kepercayaan dan kejujuran terhadap keunggulan produk Anda, sehingga Anda juga perlu membangun reputasi yang baik untuk menangkap emosi calon pembeli hingga akhirnya mereka membeli produk Anda.
Anda bisa meminta orang di sekitar Anda untuk mengisi kolom review tentang toko Anda. Misalnya, mempromosikan kepada ibu-ibu PKK, mendukung kegiatan arisan RT, dan bahkan bisa membayar key opinion leader (KOL) untuk meningkatkan keterlibatan dan minat pembelian.
Dari sini, mungkin Anda telah menjaring 20 persen audiens yang akan melakukan pembelian produk tersebut.
- Pembelian
Dengan menarik 20 persen calon pembeli, mereka bisa langsung membeli produk dari toko Anda. Semakin banyak orang mengetahui tentang produk Anda, semakin besar kemungkinan produk atau toko Anda diingat oleh audiens Anda. Jika pelanggan puas, mereka tidak akan ragu untuk kembali berbelanja di toko Anda.





