Info Kampus

Instruktur UBSI Berkontribusi dalam “NetAcad for CyberResilience” di UMY: Edukasi, Aksi, dan Kolaborasi untuk Wujudkan Generasi Aman Digital

×

Instruktur UBSI Berkontribusi dalam “NetAcad for CyberResilience” di UMY: Edukasi, Aksi, dan Kolaborasi untuk Wujudkan Generasi Aman Digital

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta — Empat instruktur dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) turut berkontribusi dalam kegiatan nasional bertajuk NetAcad for CyberResilience: Edukasi, Aksi, Kolaborasi – Menguatkan Peran Instruktur dalam Mewujudkan Generasi Aman Digital, yang digelar selama dua hari pada 17–18 Juli 2025 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Acara ini diinisiasi oleh Cisco Networking Academy sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat literasi digital serta membangun ketahanan siber melalui peningkatan kapasitas para instruktur NetAcad di seluruh Indonesia. UBSI menghadirkan empat instruktur terbaiknya yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut, yaitu Firmansyah, selaku Cisco Academy (CA) UBSI sekaligus Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UBSI, serta Eka Kusuma Pratama, Waeisul Bismi, dan Tommi Alfian Armawan Sandi.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dilanjutkan oleh Nurulita Tyas, Country HR Leader Cisco Indonesia, yang menekankan pentingnya peran strategis instruktur dalam membentuk generasi digital yang tangguh, aman, dan beretika di tengah meningkatnya tantangan dunia siber.

Salah satu sesi penting dalam kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T., dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (KEDIKTISAINTEK), yang memberikan pandangan strategis mengenai sinergi antara pendidikan tinggi dan industri.

Ia menyampaikan bahwa “Instruktur adalah agen perubahan dalam transformasi digital. Dengan kolaborasi bersama industri seperti Cisco, kita tidak hanya menyiapkan lulusan yang cakap teknologi, tetapi juga membangun budaya keamanan digital yang kuat,”.

Menurutnya, sinergi ini harus terus diperkuat agar pendidikan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi pusat penguatan karakter dan kesiapan menghadapi risiko digital.

Sementara itu, Firmansyah, perwakilan dari UBSI, menegaskan bahwa keterlibatan aktif dosen dan instruktur dalam kegiatan seperti ini sangat penting untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Kami di UBSI sangat menyadari bahwa tantangan keamanan digital semakin kompleks. Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif untuk menyamakan visi dan strategi antar pengajar dalam membekali mahasiswa agar lebih siap menghadapi risiko digital di masa depan,” ujar Firmansyah.

Selain paparan dari para tokoh dan pemateri, acara ini juga diisi dengan workshop, pembaruan kurikulum berbasis Cisco Networking Academy, serta diskusi interaktif mengenai strategi pengajaran yang efektif dalam pendidikan keamanan siber. Para peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, lembaga pelatihan, serta mitra industri dari seluruh Indonesia.

Partisipasi aktif UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya nasional dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang literasi digital dan keamanan siber. Dengan keterlibatan para instruktur NetAcad UBSI, diharapkan akan terus terbangun kolaborasi konkret antar lembaga pendidikan dan industri dalam mewujudkan generasi yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga aman dan tangguh secara digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *