Jakarta – Banyak pengguna ponsel merasa dikhianati ketika perangkat yang disebut-sebut ‘tahan air’ ternyata rusak saat terkena cairan. Lalu, sebenarnya di mana letak masalahnya? Apakah janji ketahanan air hanya sekedar gimmick untuk marketing saja?
Sebenarnya, kebingungan ini sering kali berasal dari salah kaprah soal istilah ‘tahan air’ (water-resistant) dan ‘anti air’ (waterproof). Namun, secara teknis, tidak ada ponsel yang sepenuhnya benar-benar anti air.
Bahkan perangkat dengan rating IP tertinggi memiliki batasan yang ketat, baik dalam hal sisi kedalaman, waktu, tekanan, maupun jenis cairan. Berikut ini adalah penjelasannya yang diambil dari berbagai sumber.
Mitos Tahan Air vs Realitas Lapangan
Istilah ‘tahan air’ umumnya merujuk pada kemampuan untuk melindungi dari kejadian tidak sengaja, seperti terkena percikan atau terjatuh sebentar ke dalam air tawar. Namun, ini tidak berarti perangkat tersebut dapat digunakan untuk berenang, mandi, atau menyelam.
Para produsen ponsel sering kali menyertakan klaim mengenai ketahanan air, tetapi biasanya dilengkapi dengan catatan kecil: hanya berlaku di dalam kondisi laboratorium, menggunakan air tawar, dan dalam jangka waktu tertentu. Sayangnya, banyak pengguna yang cenderung mengabaikan ketentuan ini atau beranggapan bahwa ponsel mereka sepenuhnya tahan terhadap air dalam segala situasi.
Mengenal Peringkat IP
Peringkat IP (Ingress Protection) adalah standar internasional yang menunjukkan tingkat perlindungan suatu perangkat terhadap benda padat dan cairan. Contohnya:
- IP65 : Menyediakan perlindungan sepenuhnya terhadap debu, sedangkan angka 5 menandakan perlindungan dari semprotan air bertekanan rendah dari semua arah.
- IP67 : Tahan terhadap debu dan dapat tenggelam dalam air tawar hingga kedalaman 1 meter selama 30 menit.
- IP68 : Biasanya menunjukkan ketahanan hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit, namun ini bisa berbeda tergantung produsennya. Sebagai contoh, Apple menyatakan bahwa iPhone dengan IP68 dapat bertahan di kedalaman 6 meter selama 30 menit.
- IP69 : Merupakan tingkat ketahanan paling tinggi, mampu menahan semprotan air bertekanan dan suhu tinggi. Namun, ini sangat jarang ditemukan pada ponsel yang dijual untuk konsumen.
Hal yang perlu diperhatikan: nilai IP tidak menjamin ketahanan selamanya. Segel dan gasket dapat mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu, terutama jika ponsel sering berada dalam kondisi suhu yang sangat tinggi atau rendah, terpapar bahan kimia, atau mengalami benturan fisik.
Kesalahan Pengguna yang Mematikan Ketahanan Air
Banyak kerusakan yang disebabkan oleh air terjadi akibat tindakan pengguna yang kurang tepat. Contohnya:
- Membawa ponsel saat berenang atau mandi.
- Menggunakan di area pantai atau kolam renang tanpa pelindung.
- Terkena tumpahan kopi, minuman manis, air laut, atau sabun.
- Membuka casing atau memperbaiki di luar service center resmi.
Cairan selain air tawar-seperti air asin, air kolam, jus, kopi, bahkan sabun, dapat mempercepat proses korosi, merusak penutup, serta meninggalkan residu yang dapat merusak sirkuit di dalamnya. Bahkan air hujan atau air kotor yang terlihat sepele dapat menjadi masalah serius jika terperangkap di dalam perangkat.
Bagaimana Air Merusak Komponen Internal?
Begitu air masuk ke dalam ponsel, banyak komponen penting yang bisa terganggu:
- Papan sirkuit dapat mengalami kerusakan akibat korosi yang menyebabkan terjadinya korsleting.
- Baterai dapat mengalami kerusakan atau bahkan bisa meledak.
- Layar dapat muncul bercak air atau titik putih (white spots).
- Kamera menjadi berkabut, dan sensor mengalami kerusakan.
- Suara dari speaker dan mikrofon dapat terganggu atau bahkan tidak berfungsi sama sekali.
- Port untuk pengisian mengalami korosi, sehingga tidak dapat mengisi daya.
- Sensor dan antena dapat mengalami kegagalan fungsi atau sinyal yang terganggu.
- Penyimpanan internal berisiko terhadap kehilangan data secara permanen.
Seringkali, kerusakan ini tidak segera terlihat. Meskipun ponsel masih berfungsi, namun korosi di dalamnya terus berlangsung secara diam-diam hingga pada akhirnya perangkat mati total dalam beberapa minggu.
Jangan Harap Garansi Menyelamatkan
Sayangnya, sebagian besar produsen tidak menjamin kerusakan yang disebabkan oleh cairan meskipun perangkat mereka memiliki peringkat IP yang tinggi. Mereka memasang indikator di dalam yang mengubah warna ketika terpapar air, dan itu sudah cukup sebagai alasan untuk menolak klaim garansi.
Beberapa faktor yang dapat langsung mengakibatkan pembatalan garansi:
- Retakan atau kerusakan pada fisik.
- Perendaman melebihi batas yang telah ditetapkan.
- Pemakaian charger atau aksesori dalam keadaan lembap.
- Perbaikan atau pembongkaran oleh orang yang tidak resmi.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Ponsel Terkena Air?
Do’s
- Segera matikan ponselmu.
- Lepaskan SIM dan kartu memori.
- Keringkan bagian luar perangkat dengan kain microfiber.
- Letakkan dalam wadah yang berisi silica gel selama 48-72 jam.
- Bawa ke ahli teknisi jika terjadi kerusakan yang cukup serius.
Don’ts
- Jangan nyalakan atau charge saat dalam keadaan basah.
- Hindari penggunaan alat pengering rambut atau microwave.
- Jangan mencelupkannya ke dalam beras, cara ini tak efektif dan bisa membuat kerusakan semakin parah.




