Jakarta — Sebuah gagasan tak lagi hanya menjadi imaji dalam benak. Lewat ketekunan dan ketelitian, Fahdiya Ayulestari, mahasiswi semester delapan Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), mewujudkannya menjadi karya nyata, GAMASMART, sebuah aplikasi sistem informasi akademik terpadu yang kini resmi hadir di SMKN 35 Jakarta.
GamaSmart bukan aplikasi biasa. Ia dirancang untuk merangkum dan menyatukan layanan digital yang sebelumnya tersebar dalam tiga sistem berbeda di lingkungan sekolah. Dalam satu platform terpadu, aplikasi ini memuat fitur manajemen buku mata pelajaran, pengelolaan laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL), forum diskusi antara siswa dan guru, validasi komentar pengajar, hingga kemampuan ekspor laporan ke dalam format PDF. Seluruh akses dikendalikan melalui sistem role-based login yang membedakan hak pengguna antara admin, guru, dan siswa.
Fahdiya memaparkan latar belakang pengembangan sistem, menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) berkerangka Waterfall yang menjadi pendekatannya, serta melakukan demonstrasi langsung terhadap fungsi-fungsi dalam aplikasi. GamaSmart dibangun menggunakan teknologi berbasis PHP dan MySQL, yang memungkinkan stabilitas dan skalabilitas dalam penggunaan jangka panjang.
“Karya ini saya persembahkan sebagai bentuk kontribusi kecil bagi dunia pendidikan, khususnya dalam mendorong integrasi teknologi di sekolah,” ujar Fahdiya dalam rilis yang diterima, Kamis (24/7).
Siti Habibah selaku kepala sekolah SMKN 35 Jakarta menyampaikan apresiasi yang tulus atas inisiatif dan inovasi yang diberikan.
“GamaSmart menjadi wujud nyata transformasi digital yang kami dambakan. Semoga kehadiran aplikasi ini mampu mempermudah pengelolaan administrasi serta meningkatkan komunikasi antarelemen sekolah secara lebih efektif,” ungkapnya.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, terus mendorong mahasiswanya untuk menghasilkan karya inovatif yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. GamaSmart menjadi salah satu bukti bahwa semangat inovasi di UBSI tidak hanya tumbuh dalam ruang kelas, tetapi juga hidup dalam karya yang berdampak.
Dengan langkah pasti dan visi jauh ke depan, Fahdiya membuktikan bahwa gagasan, jika dirawat dengan ilmu dan ketulusan, mampu menjelma menjadi sesuatu yang bermakna bukan hanya bagi almamater, tetapi juga bagi pendidikan Indonesia.





