Jakarta – Kalau biasanya materi akademik di acara pengenalan kampus bikin mahasiswa baru (maba) angguk-angguk ngantuk, lain cerita di MAGNA (Masa Pengenalan Akademik) Cyber University 2025 yang berlangsung pada Kamis-Jumat, 18-19 September 2025. Akan dilanjutkan pada Sabtu, 20 September dengan kegiatan SINERGI.
Warek I Bidang Akademik Cyber University, Dr. Ing. Agus Trihandoyo, datang bukan buat ceramah textbook, tapi lebih kayak ngasih reality check “Selamat datang, bro sis. Kalian bukan anak SMA lagi.”
Dr. Agus langsung menohok dengan pesan soal growth mindset. Intinya? gagal itu bukan aib, tapi guru terbaik. Ujian jeblok? Presentasi belepotan? Tugas salah format? Santai, itu semua bahan bakar buat naik level.
“Nilai IPK memang penting, tapi kalau otak kalian kosong dan skill nggak ada, ya siap-siap aja kalah saing,” begitu kira-kira katanya.
Trus ada juga wejangan soal kemandirian. Dosen cuma ngasih arahan, selebihnya mahasiswa harus ngatur sendiri hidupnya. Jadi jangan kaget kalau tiba-tiba dosen bilang, “Materinya ada di e-learning ya, silakan dipelajari.” Dan selesai. Sisa tanggung jawab ada di kalian.
Materi makin panas pas Dr. Agus ngomong soal berpikir kritis dan kreatif, Jangan jadi mahasiswa template yang cuma copy-paste Google. Analisis, diskusi, berdebat sehat, dan bikin solusi kreatif. Dunia butuh problem solver, bukan sekadar penghafal teori.
Nah, bagian paling relatable buat Gen Z yaitu kolaborasi dan networking. Kata Dr. Agus, sukses itu bukan cuma soal “apa yang kalian tahu,” tapi juga “siapa yang kalian kenal.” Jadi jangan antisosial. Bangun jejaring dengan senior, dosen, alumni, bahkan gebetan yang sejurusan (eh).
Ia juga ngingetin soal mentalitas global. Teknologi kayak AI, blockchain, IoT udah bukan fiksi ilmiah. Bahasa Inggris wajib, kalau bisa tambah Mandarin, Jepang, atau Arab. Plus, jangan kejebak satu jurusan doang, anak TI bisa belajar marketing, anak ekonomi bisa belajar coding. Campur-campur skill biar makin tajam.
Tapi yang paling nusuk adalah bagian integritas. IPK 4.0 tanpa kejujuran itu nonsense. “Hindari plagiarisme, nyontek, atau manipulasi data,” pesannya. Karena dunia kerja nggak cuma nyari orang pintar, tapi orang yang bisa dipercaya.
Terakhir, ia menutup dengan reminder ala motivatorc jangan lupa cari passion dan purpose. Kuliah bukan sekadar ngejar ijazah, tapi ajang eksplorasi jati diri. Mau masuk organisasi, ikut magang, atau ikut lomba hackathon? Gas! Hidup itu bukan cuma skripsi, tapi juga jejaring, pengalaman, dan tentu saja menjaga kesehatan biar nggak tepar.
Kesimpulannya, materi akademik di MAGNA Cyber University yang dikenal sebagai The First Fintech University in Indonesia ini kayak paket komplit, ada motivasi, ada teguran halus, ada juga tamparan manis biar maba sadar kalau dunia kuliah itu bukan sekadar kelas dan tugas. Tapi juga soal karakter, integritas, dan siap-siap hidup di era teknologi yang nggak kenal ampun.





