Info KampusPendidikan

Cyber University Pacu Mutu Pendidikan Tinggi dengan Aktif di Klinik Pembelajaran LLDIKTI

×

Cyber University Pacu Mutu Pendidikan Tinggi dengan Aktif di Klinik Pembelajaran LLDIKTI

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Cyber University (Universitas Siber Indonesia) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dengan aktif berpartisipasi dalam Klinik Pembelajaran yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III. Kegiatan yang berlangsung di Universitas Binawan, Jakarta Timur, pada Rabu (22/10) lalu ini difokuskan pada peninjauan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) guna memenuhi instrumen akreditasi dan standar nasional pendidikan tinggi.

Sebagai The First Fintech University in Indonesia, Cyber University menyadari pentingnya kurikulum yang relevan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dalam kegiatan ini, universitas menugaskan Ketua Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi (STI), Neneng Rachmalia Feta, untuk mengikuti sesi klinik.

Partisipasi Cyber University dalam kegiatan ini menegaskan komitmennya untuk menjadi institusi pendidikan tinggi berbasis teknologi yang unggul dan adaptif terhadap perubahan global. “Melalui evaluasi kurikulum yang berkelanjutan, Cyber University berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang berorientasi pada kompetensi nyata dan hasil (outcome-based), guna menyiapkan lulusan yang siap bersaing di era digital,” ujar Feta.

Klinik Pembelajaran LLDIKTI Wilayah III menjadi forum strategis bagi perguruan tinggi untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan melakukan penyelarasan antara kurikulum, capaian pembelajaran, serta tuntutan akreditasi nasional. Hanya 50 perguruan tinggi terpilih yang mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini secara langsung.

Dengan keterlibatan aktif dalam kegiatan seperti Klinik Pembelajaran ini, Cyber University terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada inovasi pembelajaran daring, tetapi juga pada kualitas akademik dan kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri serta standar pendidikan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *