Info Kampus

CareBlast Permudah Pengingat Obat, Solusi dari Mahasiswa UBSI untuk Pasien Kronis

×

CareBlast Permudah Pengingat Obat, Solusi dari Mahasiswa UBSI untuk Pasien Kronis

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya — Inovasi digital kembali lahir dari tangan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tasikmalaya. Melalui proyek tugas akhir, tiga mahasiswa Program Studi Sistem Informasi berhasil mengembangkan aplikasi pengingat obat bernama CareBlast, yang ditujukan untuk membantu pasien penyakit kronis dalam menjalani pengobatan secara teratur dan tepat waktu. Aplikasi ini resmi diserahkan kepada UPTD Puskesmas Panglayungan pada Rabu (30/7).

Penyerahan dilakukan oleh tim pengembang, Ari Zainal Fauziah, Akmal Sidik, dan Shofia Khofifah dengan bimbingan dosen Haerul Fatah, dan diterima langsung oleh Kepala Puskesmas, drg. Elida Darma. Ari menjelaskan bahwa CareBlast dirancang sebagai sistem notifikasi pengingat minum obat yang terintegrasi dengan aplikasi WhatsApp.

“Fitur ini memungkinkan petugas kesehatan mengirimkan pesan otomatis kepada pasien yang telah terdaftar dalam sistem, guna mengingatkan waktu konsumsi obat sesuai jadwal yang ditentukan,” ujar Ari dalam rilis yang diterima, Kamis (31/7).

Ia menjelaskan alasan pemilihan WhatsApp sebagai media utama sistem karena paling efektif dan efisien serta tidak memerlukan instalasi yang rumit.

“Kami ingin menggunakan teknologi yang mudah diakses dan akrab bagi semua kalangan. WhatsApp kami pilih karena efektif dan efisien, serta tidak memerlukan instalasi aplikasi tambahan bagi pasien,” tambahnya.

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong mahasiswanya untuk menciptakan solusi berbasis teknologi yang aplikatif dan bermanfaat luas bagi masyarakat. Kehadiran CareBlast menjadi bukti nyata bahwa inovasi teknologi dapat menjawab tantangan di sektor kesehatan, khususnya dalam meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan jangka panjang seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.

Elida Darma menyambut positif inovasi ini dan mengapresiasi kontribusi mahasiswa UBSI. Menurutnya, aplikasi ini sangat membantu petugas puskemas dalam memastikan pasien meminum obat secara teratur.

“Teknologi yang digunakan pun sangat relevan dengan kebiasaan masyarakat, karena hampir semua pasien sudah familiar dengan WhatsApp,” ungkap Elida.

CareBlast tidak hanya menjadi alat bantu teknis, tetapi juga jembatan komunikasi antara fasilitas kesehatan dan pasien. Inovasi ini mencerminkan bagaimana teknologi sederhana dapat memberikan dampak besar dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pengembangan dan implementasi aplikasi ini, mahasiswa UBSI Kampus Tasikmalaya menunjukkan bahwa karya tugas akhir bukan hanya syarat akademik, tetapi juga dapat menjadi solusi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *