Jakarta – Dosen Program Studi (Prodi) Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) resmi terpilih menerima bantuan Program Inovasi Pembelajaran Digital (IPD) Tahun 2026. Keputusan ini diumumkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui surat resmi pada Rabu (10/6).
Keberhasilan ini menjadi bagian dari komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mempercepat transformasi digital. Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas sumber belajar bagi mahasiswa di tingkat nasional.
Melalui program hibah ini, Prodi Informatika UBSI memperoleh pendanaan sebesar Rp 80 juta. Pihak kampus juga berkomitmen penuh memberikan dukungan sarana dan prasarana serta dana pendamping guna menyokong keberhasilan program.
Dana tersebut dialokasikan untuk mengembangkan inovasi pembelajaran pada mata kuliah Jaringan Komputer. Tim pengusul fokus merancang Learning Object Materials (LOM) berkualitas tinggi yang nantinya diintegrasikan ke platform SPADA Indonesia.
Materi yang disiapkan mencakup 16 video pembelajaran, modul digital interaktif, hingga simulasi jaringan berbasis Cisco. Untuk memastikan kompetensi mahasiswa sesuai kebutuhan Industri 4.0 dan Society 5.0, pembelajaran akan menggunakan metode Case Method dan Project-Based Learning (PjBL).
Proyek inovasi ini dipimpin oleh Jordy Lasmana Putra, M.Kom, selaku ketua pengusul. Ia didukung langsung oleh Guru Besar dibidang Ilmu Komputer
sekaligus Rektor UBSI, Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi, M.Kom, M.M., M.Pd., IPU, ASEAN Eng, serta dosen pakar Rian Septian Anwar, M.Kom, dan Eka Kusuma Pratama, M.Kom.
Guna memperluas dampak positifnya, UBSI juga menjalin kolaborasi lintas institusi dalam proyek ini. Mereka menggandeng Prodi Teknik Informatika STT Wastukancana Purwakarta sebagai mitra strategis.
Ketua Tim Pengusul, Jordy menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan besar yang diberikan oleh pemerintah kepada institusinya. Baginya, hibah ini menjadi momentum penting untuk pemerataan kualitas pendidikan.
“Pencapaian ini merupakan amanah besar untuk terus berinovasi dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis jejaring (networked education) yang berkualitas dan inklusif,” ujar Jordy dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/6).
Ia menambahkan, inovasi pada mata kuliah Jaringan Komputer ini diharapkan tidak berhenti sebagai luaran administratif semata, tetapi melembaga sebagai standar baru yang adaptif.
“Visi kami adalah memastikan bahwa teknologi digital benar-benar memberikan dampak nyata dalam meminimalkan kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia,” pungkasnya.
Langkah strategis ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas serta mendukung kebijakan “Kampus Berdampak”. Melalui penyediaan materi belajar yang inklusif di SPADA Indonesia, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif optimis dapat mencetak lulusan unggul yang siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi digital nasional.





