Yogyakarta, 29 Agustus 2025 – Batik sebagai warisan budaya Indonesia terus mengalami perkembangan, baik dari segi motif maupun teknik pembuatannya. Salah satu bentuk inovasi hadir dari Gulurejo, Lendah, Kulonprogo, melalui karya-karya batik unik milik pengrajin Bapak Gito. Produksi unggulan beliau adalah Batik Abstrak, yang kini mulai dikenal luas karena tampil dengan corak artistik, bebas, dan modern, namun tetap berakar pada nilai tradisional.
Dalam kunjungan ke sentra batik tersebut, Yulianto, Dosen Perhotelan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Yogyakarta, berkesempatan melihat langsung proses kreatif pembuatan batik sekaligus membeli beberapa produk untuk pengembangan usaha di bidang batik. Menurutnya, Batik Abstrak memiliki daya tarik tersendiri bagi pasar, terutama generasi muda yang mencari identitas baru dalam balutan budaya lokal.
Selain Batik Abstrak, Bapak Gito juga memproduksi berbagai jenis batik lain yang tidak kalah menarik, di antaranya Batik Kombinasi, Motif Gringsing, Motif Galaran, dan Motif Bantulan. Setiap motif menghadirkan kekhasan masing-masing dengan sentuhan warna dan pola yang memperkaya ragam batik dari Kulonprogo.
Yulianto mengapresiasi kreativitas para pengrajin lokal, termasuk Bapak Gito, yang tidak hanya menjaga warisan leluhur tetapi juga menghadirkan inovasi sehingga batik tetap relevan di era modern. “Produk Batik Abstrak ini sangat potensial untuk dikembangkan, terutama sebagai bagian dari usaha kreatif yang mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat,” ujarnya.





