Serial “Gadis Kretek” yang baru-baru ini rilis di Netflix kini menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat pecinta film Indonesia. Bukan hanya jalan ceritanya yang menarik sekaligus visual yang menggambarkan dua era sekaligus, yakni tahun 1960-an dan 2000-an yang dikemas secara transisi yang estetik, halus tidak menimbulkan kebingungan bagi para pemirsa, Serial ini juga meninggalkan kesan unik yakni kostum yang sering dipakai oleh Jeng Yah. Dalam cerita ini, gadis kretek menghadirkan tokoh Jeng Yah (Dian Sastrowardoyo) yang digambarkan teguh dan berani menentang tradisi di tahun 1960-an demi mewujudkan impian dan cintanya bersama Soeraja (Ario Bayu).
Dengan karakter perempuan yang tegas tersebut, Hagai Pakan selaku custome designer serial Gadis Kretek, dalam unggahan di instagramnya menjelaskan bahwa pemilihan kebaya hitam ini merupakan signature style dari tokoh Jeng Yah, dimana kebaya hitam ini dapat menggambarkan keteguhan hati sebagai seorang pejuang perempuan pada saat itu. Dalam serial netflix tersebut Jeng Yah mengenakan kebaya hitam dengan gabungan surjan, kebaya Janggan dan kebaya klasik. “Ini merupakan bentuk interpretasi saya terhadap konsep “lady boss” di Indonesia era itu, powerful (bukan maskulin), karena menjadi perempuan kuat bukan berarti menjadi maskulin,” tulis Hagai Pakan dalam unggahannya. Ditambahkan juga oleh Hagai bahwa Jeng Yah memadukan kebaya hitam dengan kain motif batik parang yang melambangkan perlawanan batinnya. Kebaya janggan hitam yang dipakai Dian Sastro ini pun memberikan kesan kharismatik pada karakter perempuan Jeng Yah. Berkat serial Gadis Kretek pula, kebaya janggan warna hitam pun kembali populer di kalangan muda-mudi.
Kebaya Janggan mungkin belum familiar dikalangan muda-mudi ketimbang kebaya kartini dan kutubaru. Sebenarnya kebaya janggan termasuk salah satu jenis kebaya tradisional Indonesia. Kebaya ini ditandai dengan kerah tinggi bak cheongsam dan juga surjan (busana adat pria Jawa) yang menutup area leher. Nama janggan berasal dari kata jangga yang berarti leher. Kebaya ini melambangkan keindahan, kesucian para perempuan keraton dan perempuan Jawa pada umumnya. Selain kerah tinggi, kebaya ini memiliki detail kancing yang menyamping miring. Dengan lengan panjang dan bentuk yang ramping, kebaya janggan dibuat dengan bahan dasar kain bermotif bunga yang biasanya berwarna hitam. Warna hitam ini memiliki makna ketegasan, kesederhanaan dna kedalaman sedangkan motif kembangnya pun disebut kembang batu. Kebaya janggan ini merupakan busana abdi dalem perempuan yang ada di Kraton Yogyakarta, atau yang disebut estri punakawan. Kebaya ini juga tak melambangkan pangkat atau tugas khusus yang mereka emban, sehingga semua abdi dalem bisa menggunakan janggan.
Sumber : CNN Indonesia. 2023. Mengenal Kebaya Janggan yang Dipakai Jeng Yah Si Gadis Kretek





