BeritaWisata

UBSI Kampus Yogyakarta Dorong Promosi Wisata Global melalui Pelatihan Bahasa Inggris dalam Digital Marketing

×

UBSI Kampus Yogyakarta Dorong Promosi Wisata Global melalui Pelatihan Bahasa Inggris dalam Digital Marketing

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta, Salah satu potensi wisata budaya di Yogyakarta adalah museum. Sebanyak 41 museum tergabung dalam Badan Musyawarah Musea (Barahmus) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang berperan dalam pelestarian warisan budaya, pengembangan dan peningkatan kualitas museum melalui berbagai program yang inovatif. Namun demikian, pemanfaatan digital marketing berbahasa Inggris sebagai media promosi museum masih belum optimal. Hal ini antara lain disebabkan oleh keterbatasan kemampuan dalam menghasilkan konten promosi museum berbahasa Inggris yang komunikatif, menarik, dan informatif. Untuk itu Universitas BSI Kampus Yogyakarta bekerjasama dengan Badan Musyawarah Musea (Barahmus) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY melakukan workshop dalam bentuk pelatihan dengan tema ‘Optimalisasi Penggunaan Bahasa Inggris dalam Digital Marketing untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Yogyakarta’.

Pelaksanan workshop ini di adakan pada tanggal 16 September 2026 di ruang Audiovisual Benteng Vredeburg Yogayakarta dimana kegiatan diawali  sambutan dari Bapak Sardiarinto, M.Kom mewakili Kampus UBSI Yogyakarta yang menekankan Kerjasama UBSI dan Barahmus kedepan. Setelah itu sambutan dari Wakil Ketua Barahmus DIY Bapak Gatot Nugroho, S.Pt dan dilanjutkan dengan pembukaan kegiatan oleh Bapak Agus Sulistono, S.Pd, M.A sebagai kepala Museum Benteng Vredeburg Yogayakarta sebagai tuan rumah dalam kegiatan worlshop ini.

Sebagai Narasumber dalam workshop sebagai bagian Pengabdian Masyarakat tersebut adalah Ibu Angela Bayu Pertama Sari S.Pd, M.Pd didampingi oleh dosen Universitas BSI Kampus Yogyakarta yaitu Ibu Dwi Iswahyuni,S.Pd, M.Pd serta  Bapak Wisnu Hadi, S.Pd, M.M dan Bapak Yusuf Hermawan, S.Tr.Par., M.Sc. Pengabdian masyakarakt  dalam bentuk workshop ini mempunyai tujuan agar ada peningkatan kemampuan bahasa Inggris pengelola museum dalam pemasaran digital, tersedianya modul pelatihan, tersedianya konten promosi digital berbahasa Inggris pada akun media sosial, dan publikasi pada media massa.

Diakhir workshop diharapkan para peserta perwakilan museum-museum yang ada di Yogyakarta memberikan dampak yang lebih luas berupa semakin luasnya jangkauan informasi museum kepada wisatawan mancanegara, dan meningkatnya daya tarik museum sebagai destinasi wisata budaya khususnya  dapat mendukung peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke museum-museum di Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *