Berita

Dinskes Kulon Progo Selidiki Dugaan Keracunan Makanan Bergizi Gratis di Wates

×

Dinskes Kulon Progo Selidiki Dugaan Keracunan Makanan Bergizi Gratis di Wates

Sebarkan artikel ini

Jogjahitz.com, Kulon Progo – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulon Progo masih melakukan penyeledisikan terkait dugaan keracunan yang dialami sejumlah penerima Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Wates. Kasus ini menjadi perhatian setelah puluhan siswa dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan usai mengonsumsi makanan yang dibagikan pada Selasa (21/7).

Mengutip dari unggahan instagram @detikjogja_, Kepala Dina Kesehatan Kulon Progo, dr. RR Susilaningsih, menyampaikan bahwa hasil investigasi awal menunjukkan terdapat 105 orang yang mengalami gejala. Jumlah tersebut terdiri atas 98 siswa, 4 tenaga pendidik, 1 ibu hamil, dan 2 ibu menyusui. Selain itu, terdaoat dua laporan tambahan dari siswa sekolah lain yang juga menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama.

Baca juga: Penguatan Nilai Toleransi Beragama pada Siswa SD melalui Program Edukasi Interaktif

Susilaningsih menjelaskan bahwa tim Dinkes telah melakukan investigasi ke lokasi, termasuk meninjau proses pengolahan makanan, penyimpanan, hingga distribusi. Dari pemeriksaan awal ditemukan beberapa faktor yang masih perlu didalami, seperti jeda waktu antara proses memasak dan makanan dikonsumsi serta aspek higiene dalam pengolahan makanan. Namun, ia menegaskan bahwa penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil uji laboratorium.

Baca juga: Deklarasi Kelurahan Peduli TBC, UBSI Kampus Solo Tunjukkan Kepedulian Kesehatan

“Jadi memang awalnya berdasarkan laporan ada 150. Kemudian dilakukan investigasi melalui Google Form, hasilnya ada 105 yang sakit, terdiri dari 98 siswa, 4 tenaga pendidik, 1 ibu hamil, dan 2 ibu menyusui. Kemudia tambah hari ini dari SD Sogan ada satu yang melapor, lalu dari MI Ma’arif juga ada satu,” ujarnya dalam rilis di Yogyakarta.

Dinkes Kulon Progo mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menyimpulkan penyebab kejadian. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program MBG agar keamanan pangan tetap terjaga dan kejadian serupa tidak terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *