Jogjahitz.com, Tawangrejo — Mahasiswa BSI Explore mengajak pemuda-pemudi Desa Jetis, Tawangrejo, untuk mengelola sampah rumah tangga yang masih memiliki nilai jual melalui konsep bank sampah. Sosialisasi yang dilaksanakan pada (22/9) tersebut membahas pengelolaan sampah rosok sekaligus peluangnya untuk menambah kas pemuda.
Sampah seperti botol plastik, kardus, dan barang bekas lainnya kerap dianggap tidak lagi memiliki manfaat. Padahal, jika dikumpulkan dan dipilah dengan baik, sampah tersebut dapat memiliki nilai jual. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa BSI Explore memperkenalkan cara sederhana untuk mengelola sampah agar tidak hanya berakhir sebagai limbah.
Mahasiswa menjelaskan bahwa pemuda dapat mengumpulkan sampah rosok secara bersama-sama, kemudian memilahnya berdasarkan jenis sebelum disetorkan atau dijual melalui bank sampah. Hasil penjualan selanjutnya dapat dimasukkan ke dalam kas pemuda untuk mendukung berbagai kegiatan bersama.
Konsep tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif kegiatan lingkungan yang melibatkan pemuda secara langsung. Pengumpulan dan pemilahan sampah secara rutin juga dapat dilakukan melalui kegiatan gotong royong, sehingga aktivitas tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan lingkungan, tetapi juga mendorong kerja sama antaranggota pemuda.
Dalam sosialisasi, mahasiswa BSI Explore juga mengajak peserta berdiskusi mengenai kemungkinan penerapan bank sampah di lingkungan Desa Jetis. Para pemuda dapat mempertimbangkan mekanisme pengumpulan, pemilahan, hingga pengelolaan hasil penjualan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan setempat.
Mahasiswa BSI Explore menyampaikan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Menyisihkan dan mengumpulkan barang bekas yang masih memiliki nilai jual secara rutin dapat menjadi langkah awal untuk membangun kegiatan yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan.
Baca juga: BSI Explore Edukasi Siswa SD Negeri 1 Tawangrejo tentang Pemilahan Sampah Sejak Dini
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa BSI Explore berharap pemuda-pemudi Desa Jetis dapat melihat sampah dari sudut pandang yang berbeda. Barang bekas yang selama ini dianggap tidak berguna dapat dikelola menjadi sumber nilai ekonomi sekaligus menjadi bagian dari kegiatan bersama di lingkungan desa.
Bagi mahasiswa BSI Explore, sosialisasi ini menjadi bagian dari kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan mengenalkan alternatif pengelolaan sampah yang dapat diterapkan secara sederhana. Ke depan, konsep bank sampah diharapkan dapat dikembangkan oleh pemuda Desa Jetis sesuai dengan potensi dan kesepakatan bersama.





