Jakarta – Perpustakaan Cyber University (Universitas Siber Indonesia) terus memperkuat layanan literasi akademik dan penelusuran literatur untuk mendukung mahasiswa tingkat akhir dalam menyelesaikan skripsi mereka. Program ini dijalankan melalui penyediaan akses sumber referensi ilmiah, pendampingan literasi informasi, hingga kolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas).
Layanan tersebut ditujukan untuk membantu mahasiswa menemukan referensi yang relevan, valid, dan terpercaya selama proses penelitian. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Cyber University dalam meningkatkan kualitas karya ilmiah mahasiswa sekaligus mendukung keberhasilan akademik mereka.
Perpustakaan Cyber University menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari akses ke database ilmiah, repository institusi, hingga layanan bantuan pencarian informasi yang didampingi pustakawan profesional. Mahasiswa juga dapat mengikuti bimbingan literasi informasi agar lebih terampil dalam mencari, mengevaluasi, dan memanfaatkan sumber informasi secara efektif.
Gustianty Khairunnisa, Pustakawan Perpustakaan Cyber University, mengatakan bahwa penelusuran literatur merupakan tahapan penting yang tidak boleh diabaikan dalam penyusunan skripsi.
“Sering kali mahasiswa mengalami kesulitan menemukan referensi yang sesuai dengan topik penelitiannya. Karena itu, kami hadir untuk membantu mereka menelusuri sumber-sumber ilmiah yang kredibel sehingga proses penyusunan skripsi dapat berjalan lebih efektif,” ujar Gustianty dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (3/6).
Menurutnya, kemampuan mencari informasi secara tepat akan sangat berpengaruh terhadap kualitas penelitian yang dihasilkan mahasiswa. Oleh karena itu, perpustakaan tidak hanya menyediakan sumber informasi, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan literasi digital.
“Kami mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mengandalkan pencarian sederhana di internet. Mereka perlu memahami teknik penelusuran lanjutan agar referensi yang diperoleh lebih akurat, relevan, dan mendalam,” katanya.
Sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa, Perpustakaan Cyber University juga menjalin kolaborasi dengan Perpusnas melalui penyelenggaraan webinar literatur digital. Kegiatan ini memberikan pemahaman praktis mengenai cara mengakses dan memanfaatkan berbagai sumber daya digital yang tersedia secara nasional.
Gustianty menjelaskan bahwa pemanfaatan platform digital menjadi kebutuhan penting di era transformasi pendidikan saat ini. Melalui webinar tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai layanan perpustakaan digital yang dapat mendukung kebutuhan riset mereka.
“Mahasiswa perlu mengetahui bahwa banyak sumber informasi berkualitas yang dapat diakses secara digital. Dengan pemahaman yang baik, mereka akan lebih mudah menemukan referensi yang mendukung penelitian dan pengembangan ide-ide baru,” ungkapnya.
Selain dukungan dari perpustakaan, keberhasilan penyusunan skripsi juga ditentukan oleh peran dosen pembimbing. Karena itu, Perpustakaan Cyber University mendorong terciptanya sinergi antara mahasiswa, pustakawan, dan dosen pembimbing agar proses penelitian berlangsung lebih terarah.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa dalam merumuskan topik penelitian, memperkuat landasan teori, hingga meningkatkan kualitas analisis yang dihasilkan. Dengan pendampingan yang terintegrasi, mahasiswa memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
“Perpustakaan ingin menjadi mitra akademik bagi mahasiswa. Kami berharap layanan yang diberikan tidak hanya membantu mereka menyelesaikan skripsi, tetapi juga membangun kemampuan riset yang akan bermanfaat di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan,” tutur Gustianty.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Perpustakaan Cyber University menargetkan terwujudnya ekosistem literasi akademik yang lebih kuat. Ke depan, penguatan layanan literasi dan pendampingan penelitian diharapkan mampu melahirkan karya ilmiah yang unggul, inovatif, serta berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional.





