Pendidikan

CASSAVORY, Tim Mahasiswa UBSI Yogyakarta, Lolos Final PIKMI 2026 Lewat Inovasi Mie Mocaf

×

CASSAVORY, Tim Mahasiswa UBSI Yogyakarta, Lolos Final PIKMI 2026 Lewat Inovasi Mie Mocaf

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta, 12 Mei 2026 — Tim mahasiswa Program Studi D-III Perhotelan Universitas Bina Sarana Informatika PSDKU Yogyakarta berhasil menjadi finalis dalam ajang Pagelaran Inovasi & Kreativitas Mahasiswa Indonesia (PIKMI) 2026 skema Kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Universitas Bina Sarana Informatika. Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia yang bersaing melalui serangkaian tahapan seleksi hingga akhirnya terpilih tujuh tim terbaik untuk melaju ke babak final.

Tim yang mengusung nama “CASSAVORY” terdiri atas Lintang Fajar Agustin selaku ketua tim, bersama Raylodo Willy Purba, Thoriq Mulya Al-Fatih, Monica Yessica Puspitasari, dan Aulia Rahmasari Abdullah. Dalam kompetisi tersebut, mereka menghadirkan inovasi produk berupa mie berbahan dasar tepung mocaf (Modified Cassava Flour) yang diberi nama CASSAVORY. Produk ini dikembangkan sebagai alternatif pangan lokal yang sehat, inovatif, serta memiliki nilai ekonomi tinggi.

Seleksi tahap final dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Pada tahap ini, ketujuh finalis mempresentasikan ide usaha, inovasi produk, strategi pemasaran, hingga potensi pengembangan bisnis di hadapan dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi profesional, yakni Dr. Roy Darmawan selaku Ketua Center for Strategic Entrepreneurial Leadership Universitas Indonesia, serta Raden Tedy dari UMKM Naik Kelas & Kadin Indonesia. Dari tahap final tersebut nantinya akan dipilih tiga tim terbaik sebagai pemenang utama PIKMI 2026.

Ketua tim CASSAVORY, Lintang Fajar Agustin, menyampaikan bahwa keikutsertaan timnya dalam kompetisi ini merupakan bentuk semangat mahasiswa untuk terus berkembang dalam bidang kewirausahaan dan inovasi produk berbasis potensi lokal Indonesia.

“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa perhotelan tidak hanya berfokus pada pelayanan dan hospitality, tetapi juga mampu menciptakan inovasi bisnis yang kreatif dan bermanfaat. Tepung mocaf memiliki potensi besar sebagai bahan pangan lokal yang sehat dan bernilai jual tinggi. Harapannya, CASSAVORY dapat menjadi produk yang mampu bersaing sekaligus mendukung pemanfaatan pangan lokal Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, dosen pembimbing tim CASSAVORY, Yulianto, SE., MM. turut memberikan apresiasi atas perjuangan dan kerja keras para mahasiswa selama mengikuti kompetisi tersebut. Menurutnya, pencapaian menjadi finalis merupakan hasil dari proses belajar, kolaborasi, dan semangat inovasi yang terus dibangun oleh mahasiswa.

“Saya sangat mengapresiasi semangat dan konsistensi tim CASSAVORY dalam mengembangkan ide bisnis ini. Mereka mampu menunjukkan kreativitas, kekompakan, dan keberanian untuk bersaing di tingkat nasional. Harapannya, pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, berinovasi, dan percaya diri dalam menghadapi kompetisi,” ujar Yulianto.

Melalui keikutsertaan dalam PIKMI 2026, tim CASSAVORY berharap dapat memperoleh pengalaman berharga dalam dunia kewirausahaan, meningkatkan kemampuan presentasi dan kerja sama tim, serta membuka peluang agar produk inovasi mereka dapat terus dikembangkan menjadi usaha nyata yang berdaya saing di industri kuliner Indonesia.

Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika PSDKU Yogyakarta mampu menghadirkan inovasi kreatif yang tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga memiliki potensi untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan dunia usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *