Karawang – Di tengah ketatnya persaingan program teknologi tingkat nasional, Alin Tamaya, mahasiswa semester 6 Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang, berhasil lolos program Google Student Ambassador (GSA) 2026 pada Rabu (1/4). Ia menjadi salah satu dari 2.000 peserta terpilih dari sekitar 81.000 pendaftar di seluruh Indonesia.
Program dari Google ini berfokus pada pengembangan mahasiswa di bidang teknologi dan kepemimpinan. Peserta yang lolos berperan sebagai perwakilan kampus untuk membangun komunitas, berbagi pengetahuan digital, serta menginisiasi kegiatan berbasis teknologi.
Proses seleksi berlangsung dari Februari hingga April 2026, mulai dari pendaftaran, self-recorded interview, hingga tahap Gemini Challenge. Dengan tingkat kelolosan sekitar 2,4 persen, program ini tergolong sangat kompetitif.
Alin mengatakan, tahap Gemini Challenge menjadi tantangan terbesar.
“Di tahap Gemini Challenge, saya harus menyusun ide yang relevan dengan teknologi sekaligus menyampaikannya secara jelas dalam waktu terbatas. Itu yang cukup menantang,” ujar Alin kepada media di Karawang, pada Kamis (2/4).
Ia menambahkan, persiapan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga komunikasi.
“Selain memahami teknologinya, saya juga berlatih cara menyampaikan ide agar lebih terstruktur dan mudah dipahami,” katanya.
Di kampus, Alin dikenal aktif dalam pengembangan keterampilan digital, terutama dalam pengelolaan konten dan pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran.
Kepala Kampus UBSI kampus Karawang, Mohammad Syamsul Azis, menilai capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat nasional.
“Seleksi yang ketat ini menunjukkan pentingnya kesiapan mahasiswa, baik dari sisi keterampilan digital maupun kemampuan komunikasi. Ini menjadi indikator bahwa kompetensi tersebut perlu terus dikembangkan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Prodi Sistem Informasi Akuntansi, Dede Firmansyah Saefudin, menyebut pengalaman tersebut dapat memperkuat kompetensi mahasiswa di luar perkuliahan.
“Pengalaman seperti ini memberikan exposure yang luas bagi mahasiswa, terutama dalam memahami ekosistem teknologi dan kolaborasi lintas kampus,” katanya.
Selama program berlangsung hingga Juli 2026, peserta GSA 2026 akan terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan komunitas dan literasi teknologi.
Capaian ini sekaligus memperkuat posisi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang mendorong mahasiswa untuk aktif, adaptif, dan siap bersaing di era digital.




