Solo – Meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas pendakian gunung belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan informasi yang akurat dan mudah diakses. Kondisi ini mendorong lahirnya inovasi digital yang berfokus pada keselamatan dan kesiapan pendaki.
Seminar Nasional INOVATIF 2026 yang digelar pada Kamis (9/4) menjadi ruang bagi akademisi untuk mempresentasikan solusi berbasis teknologi tersebut. Dalam forum ini, tim Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Solo turut ambil bagian dengan memaparkan hasil risetnya.
CariYo!Track, Jawaban atas Kebutuhan Informasi Pendaki
Tim yang beranggotakan Oktavian Ramadhani, Aliya Safira Rais, Shalsa Fitri Ramadhani, Iksan Nurudin Effendi, Muhammad Rizky Nurrohman, dan Maria Atik Sunarti Ekowati ini mengangkat penelitian berjudul Perancangan Website CariYo!Track sebagai Sistem Pendukung Informasi Pendaki Gunung.
Oktavian Ramadhani menjelaskan bahwa latar belakang penelitian ini berangkat dari kesulitan yang masih dialami pendaki, terutama pemula, dalam mengakses informasi yang lengkap dan terintegrasi.
“Banyak pendaki masih kesulitan mendapatkan informasi terkait jalur, kondisi cuaca, hingga perlengkapan yang harus dipersiapkan sebelum mendaki,” ujarnya dalam rilis yang diterima di Solo pada Jumat (10/4).
Berangkat dari permasalahan tersebut, tim merancang website CariYo!Track sebagai pusat informasi pendakian yang terintegrasi. Platform ini dilengkapi berbagai fitur seperti informasi gunung, jalur pendakian, peta interaktif, live tracking, checklist perlengkapan, informasi cuaca, hingga sistem booking pendakian dan QR code tiket.
Aliya Safira Rais menambahkan bahwa kehadiran fitur-fitur tersebut diharapkan mampu membantu pendaki dalam merencanakan perjalanan dengan lebih matang.
“Kami ingin menghadirkan platform yang tidak hanya informatif, tetapi juga memudahkan pendaki dalam mempersiapkan perjalanan secara aman dan efisien,” tuturnya.
Dikembangkan Bertahap dan Berorientasi pada Pengguna
Dalam proses pengembangannya, tim menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) dengan model incremental agar sistem dapat dibangun secara bertahap dan teruji di setiap tahap.
Website ini dikembangkan menggunakan Laravel sebagai backend, MySQL sebagai basis data, serta HTML, CSS, dan JavaScript untuk memastikan tampilan yang responsif di berbagai perangkat.
Berdasarkan hasil pengujian, sistem CariYo!Track telah berjalan secara fungsional dengan baik. Fitur seperti peta interaktif, informasi cuaca real-time, live tracking, dan checklist persiapan menjadi yang paling diapresiasi oleh pengguna.
Maria Atik Sunarti Ekowati mengungkapkan harapannya agar inovasi ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Kami berharap CariYo!Track tidak hanya membantu pendaki, tetapi juga mendukung pengelola kawasan gunung serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Sebagai bentuk kontribusi nyata di bidang teknologi, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong lahirnya inovasi yang relevan dan berdampak. Keikutsertaan tim Program Studi Sistem Informasi UBSI kampus Solo dalam Seminar Nasional INOVATIF 2026 menjadi bukti bahwa riset akademik mampu menghadirkan solusi digital yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat.




