Yogyakarta, 25 November 2025. Universitas Bina Sarana Informatika (Universitas BSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan akademik dengan mengirimkan dua dosen sebagai perwakilan pada Kuliah Umum Program Studi Doktor Kajian Pariwisata Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM). Acara tersebut digelar pada Selasa, 25 November 2025, bertempat di Auditorium Lantai 5 Gedung SPs UGM mulai pukul 08.30 hingga 11.30 WIB, dan diikuti oleh mahasiswa pascasarjana, akademisi, pelaku industri pariwisata, serta masyarakat umum.
Kegiatan dibuka oleh moderator sebelum kemudian menghadirkan narasumber utama, Ir. Rizki Handayani Mustafa, MBTM, yang saat ini menjabat sebagai Deputi Bidang Industri dan Investasi. Dalam kuliah umum bertema “Pariwisata Tematik sebagai Ruang Inovasi dan Kemitraan Strategis menuju Industri Pariwisata Berkelanjutan”, Rizki membahas arah pembangunan pariwisata Indonesia yang semakin menekankan pada keberlanjutan, kekuatan budaya, serta peluang investasi di sektor tematik.
Dalam pemaparannya, Ibu Rizki menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal pariwisata yang sangat kompetitif. Selain daya tarik alam yang diakui dunia, keragaman budaya, kuliner, serta praktik kesehatan tradisional menjadi fondasi kuat untuk memperluas pasar wisata tematik. Sektor pariwisata juga terus berperan sebagai penggerak ekonomi nasional, terutama dalam empat lapangan usaha dominan: akomodasi dan makan minum, transportasi dan pergudangan, jasa perusahaan, serta sektor jasa lainnya yang tumbuh seiring meningkatnya mobilitas wisatawan.
Ibu Rizki turut menyampaikan bahwa kinerja pariwisata sepanjang tahun 2025 menunjukkan progres menggembirakan. Realisasi investasi pariwisata tercatat mencapai 94,92 persen secara year-to-date, menandakan minat investor yang tetap stabil dan kepercayaan terhadap potensi pertumbuhan industri ini. Selain itu, rangkaian kegiatan KEN dan event non-KEN yang berlangsung selama Januari hingga November 2025 terbukti memberikan dampak ekonomi yang kuat bagi berbagai daerah mulai dari meningkatnya aktivitas UMKM, kenaikan tingkat hunian hotel, hingga pertumbuhan pergerakan wisatawan domestik dan mancanegara.
Ibu Riizki menekankan pentingnya pengembangan ekosistem pariwisata tematik sebagai strategi jangka panjang. Beberapa fokus utama kebijakan meliputi wellness tourism, wisata budaya, wisata kuliner, serta pengembangan gastronomi sebagai identitas kuliner nasional.
Ia menyoroti bahwa wellness tourism memiliki potensi lompatan besar berkat kekayaan tradisi pengobatan dan suasana alam Indonesia yang kondusif untuk rekreasi kesehatan. Sementara itu, gastronomi terus mendapat perhatian khusus karena ragam kuliner Nusantara dianggap sebagai aset budaya yang sangat potensial untuk dipromosikan secara global.
Dua peserta dari dosen Universitas BSI yang hadir, Emmita Devi Hari Putri, S.Par., MM. dan Atun Yulianto, SE., MM., memberikan tanggapan positif terhadap materi yang disampaikan. Emmita mengungkapkan bahwa penjelasan mengenai gastronomi sangat relevan dengan topik disertasi doktoralnya. “Banyak sudut pandang baru yang bisa saya integrasikan ke dalam kajian penelitian saya,” jelasnya. Sementara itu, Atun menilai bahwa paparan narasumber membuka peluang penelitian lanjutan mengenai pengembangan pariwisata tematik. “Materi yang disampaikan memberikan inspirasi untuk memperdalam riset mengenai ekosistem pariwisata dan arah kebijakan strategis,” ungkapnya.
Partisipasi Universitas BSI dalam kuliah umum ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas penelitian dosen sekaligus mendorong kontribusi akademik dalam pembangunan pariwisata nasional yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.





