
Prawirotaman II memiliki suasana yang sedikit berbeda dengan Prawirotaman I. Meski sama-sama memiliki hotel di sepanjang jalan, namun di Prawirotaman II terdapat Pasar Tradisional yang beroperasi sejak tahun 1943.
Pasar ini terletak tepat di depan gerbang masuk Prawirotaman II, Jalan Parangtritis No. 103, Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta.
Pasar Prawirotaman dulunya hanyalah pasar tradisional biasa dan sederhana. Setelah dihidupkan kembali dan dibuka pada tahun 2020, pasar ini kini berdiri kokoh dengan sinkronisasi fasilitas yang jarang ditemui di pasar tradisional pada umumnya.
Pasar Prawirotaman memiliki empat lantai yang dilengkapi dengan eskalator dan lift. Lantai 1 hingga 3 digunakan sebagai area pasar rakyat yang menjual kebutuhan sehari-hari seperti sayuran, buah-buahan, daging, rempah-rempah, makanan ringan dan pakaian. Sedangkan lantai 4 digunakan sebagai ruang kerja seperti ruang pertemuan, studio podcast, studio fotografi, ruang kesehatan dan ruang tunggu mini.
Selain itu, rooftop juga digunakan sebagai tempat kuliner yang menyajikan makanan ringan dan berat mulai dari makanan khas Indonesia, Western, hingga Chinese. Rooftop ini sering dikunjungi pada sore hingga menjelang malam hari karena pengunjung dapat menyaksikan matahari terbenam atau sunset dari atas sini.
Pasar ini memiliki toilet yang lengkap dan parkir basement yang luas sehingga pengunjung pasar bisa merasa lebih nyaman. Beberapa pedagang juga menerima pembayaran non tunai.
Pedagang pasar sendiri ada yang berjualan di kios lantai 1 dan ada pula yang berjualan di los. Setiap pedagang harus membayar biaya retribusi per bulannya tergantung pada lokasi dan jumlah lahan yang mereka gunakan untuk berjualan di los.
“Kios gini harganya sama yang lain mahalan ini, biaya retribusinya per bulan 250 ribu. Kalau kios yang lain biasanya 150 atau 125 ribu,” kata salah satu pedagang di kios tersebut.
Pedagang yang berada di lantai 1 juga mempunyai keuntungan lebih karena sebagian besar pengunjung pasar mencari barang ke lantai 1 terlebih dahulu dan tidak perlu naik ke lantai atas jika sudah mendapatkan kebutuhannya.
“Kalau yang bagus ya di bawah, di bawah itu maksudnya pembeli tidak perlu naik lagi. Tapi ada juga yang mencari barang lebih murah, di atas biasanya melayani orang yang beli bayar, tinggal kita nanti yang mengantar,” kata Martini salah satu pedagang di lantai 2.
Meskipun berada di kawasan Prawirotaman, bukan berarti pasar ini hanya dipenuhi pedagang yang berada di wilayah Prawirotaman atau sekitarnya. Kebanyakan pedagang justru berasal dari daerah Bantul.
“Kebanyakan orang Bantul, orang Jogja kota itu tidak ada 25 orang. Dari turun temurun nenek moyang mereka, yang jual kayak gini tidak mungkin orang lain. Nanti juga mereka akan membeli tempat di sebelahnya agar lebih lebar,” kata Martini.
Pasar Prawirotaman beroperasi mulai jam 05.00 WIB, untuk pasar rakyat biasanya sudah tutup pada jam 12.00 WIB, sedangkan bagian foodcourt di rooftop masih buka hingga jam 21.00 WIB.





