Meningkatnya penggunaan teknologi canggih, seperti artificial intelligence (AI), mengharuskan semua profesional untuk memperbarui keterampilan mereka, baik yang hard skill dan soft skill. Catat, lima keterampilan atau skill serba digital untuk karir cemerlang di tahun 2024.
Pemerintah Indonesia menargetkan 50 juta orang melek digital tahun depan. Pengetahuan tidak hanya mencakup keterampilan digital tetapi juga pengetahuan tentang etika, budaya, dan keamanan digital.
Ada lima soft skill dan digital yang perlu dipraktikkan oleh mereka yang berambisi mengembangkan karirnya di masa depan.
- Natural Language Processing (NLP)
Juga dikenal sebagai Pemrosesan Bahasa Alami, NLP adalah kemampuan komputer untuk memproses kata-kata lisan dan tulisan seperti manusia. NLP banyak digunakan dalam perangkat lunak AI karena dapat membantu para profesional melakukan berbagai tugas, seperti menyiapkan laporan penjualan dan melayani pelanggan melalui chat.
Oleh karena itu, pemahaman umum tentang cara kerja NLP akan membantu para profesional menggunakan perangkat lunak AI untuk mendukung pekerjaan sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan pembuatan teks.
- Analisi Data
Penggunaan teknologi oleh bisnis dan konsumen menghasilkan jutaan kumpulan data yang berisi informasi bermakna. Profesional yang mampu menganalisis data akan meningkatkan nilainya karena merekalah yang dapat memanfaatkan pengetahuan pasar yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan.
Sedangkan kunci pandai menganalisis data terletak pada kemampuan berpikir kritis dan juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
- Cara Pikir Agile
Teknologi membuat dunia berjalan dengan kecepatan tinggi. Oleh karena itu, para profesional juga harus agile, atau lincah, sigap dan fleksibel, dalam menyikapi terhadap perubahan yang ada.
Pemikiran agile bergantung pada kemampuan profesional untuk memprioritaskan kolaborasi, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi ketika merespons perubahan, dibandingkan kekakuan dalam aturan.
- Kepemimpinan Adaptif
Setali tiga uang, para profesional di posisi kepemimpinan harus menerapkan gaya kepemimpinan adaptif yang mengutamakan kemampuan mengantisipasi kebutuhan dan tren masa depan, berkomunikasi dengan baik dengan tim untuk mendapatkan dukungan, beradaptasi berdasarkan umpan balik, dan mengutamakan akuntabilitas untuk menjadi pemimpin yang efektif dalam era digital.
- Kecerdasan Emosional
Seperti yang kami sampaikan, dunia teknologi tidak hanya membutuhkan pengetahuan digital tetapi juga sikap yang mendukung adopsi teknologi.
Di masa di mana banyak komunikasi terjadi secara online, kemampuan profesional untuk menunjukkan empati, menyelesaikan konflik dengan cara yang sehat, dan membujuk orang untuk berkolaborasi akan membantu mereka membangun hubungan yang positif. Terhubung dengan kolega dan jaringan Anda, bahkan jika Anda tidak bertemu tatap muka.
Chief Customer Officer Mekari, Arvy Egadipoera mengatakan para profesional yang ingin mengembangkan diri dapat mengasah berbagai keterampilan digital dan soft skill terkait dengan mengakses berbagai sumber pengetahuan lain yang tersedia secara online. Mekari mengoperasikan Mekari University, sebuah platform yang menawarkan kursus dan sertifikasi bagi para profesional.
“Para profesional mendapatkan keuntungan dengan hadirnya berbagai platform yang menawarkan kursus online untuk mengasah kemampuannya. Sebaiknya para profesional memilih platform yang menawarkan sertifikat karena ini dapat diintegrasikan ke dalam CV dan menjadi nilai plus,” katanya.
Ia menambahkan bahwa semakin cepat seorang profesional mengasah kemampuannya, semakin besar pula peluangnya untuk maju dalam berkarir.
“Teknologi digital berkembang sangat pesat, sehingga para profesional harus memperhatikan perolehan ilmu-ilmu baru sebagai landasan karir masa depannya,” tutupnya.





