Info KampusPendidikanTeknologi

Merangkai Kolaborasi Ilmu, Dosen Sistem Informasi UBSI Kampus Pontianak Warnai IT Bootcamp Informatika

×

Merangkai Kolaborasi Ilmu, Dosen Sistem Informasi UBSI Kampus Pontianak Warnai IT Bootcamp Informatika

Sebarkan artikel ini

Pontianak — Seiring dengan kemajuan zaman yang terus berkembang secara pesat, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak kembali meneguhkan jati dirinya sebagai Kampus Digital Kreatif yang senantiasa merawat kolaborasi lintas keilmuan. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan kegiatan IT Bootcamp bertema “Transformasi Digital: Integrasi IoT dan Kecerdasan Buatan untuk Solusi Masa Depan”, yang digelar pada 21–24 Juli 2025, Ruang Tengkawang – Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Barat.

Tak sekadar ajang pengayaan kompetensi teknis, bootcamp ini menjadi wadah bagi perjumpaan pemikiran lintas disiplin. Ir. Nanda Diaz Arizona sebagai dosen Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Akuntansi (SIA) UBSI kampus Pontianak, hadir sebagai narasumber utama yang menyuguhkan materi tentang integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia nyata.

Dengan bekal keahlian di bidang Digital Forensik, Programming, Network Analysis, dan Microcontroller Development, ia mengajak peserta menyelami teknologi dari sudut pandang yang lebih aplikatif dan visioner.

“Transformasi digital bukan hanya tentang alat, tetapi tentang cara berpikir. Melalui bootcamp ini, saya berharap mahasiswa tidak hanya menguasai perangkat teknologinya, tetapi mampu menanamkan semangat inovasi dalam setiap karya mereka,” ungkap Nanda dalam keterangan tertulis, Jumat (25/7).

Menanggapi hal ini, Raja Sabarrudin selaku Kaprodi Sistem Informasi Akuntansi mengatakan bahwa kehadiran dosen dari Prodi SIA sebagai narasumber di ajang Prodi Informatika mencerminkan eratnya integrasi keilmuan antarprogram studi di lingkungan UBSI.

“Partisipasi ini merupakan bukti bahwa dosen SIA tidak hanya unggul dalam bidang akuntansi dan sistem informasi, tapi juga memiliki cakrawala luas dalam teknologi digital masa kini,” ungkap Raja.

Bootcamp ini dirancang tidak hanya sebagai ruang belajar teoritik, melainkan juga sebagai ajang praktik langsung. Para peserta diberi tantangan untuk mengembangkan prototipe berbasis IoT dan AI yang aplikatif, serta diarahkan untuk mengajukan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bentuk perlindungan hasil inovasi mereka.

Melalui semangat kolaborasi, UBSI kampus Pontianak kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tak hanya adaptif terhadap perubahan zaman, tetapi juga proaktif dalam menciptakan solusi nyata bagi masa depan teknologi Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *