Pontianak — Siapa bilang belajar akuntansi itu cuma soal angka yang bikin pusing? Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak, mata kuliah Aplikasi Akuntansi Komputer II menawarkan pendekatan berbeda. Mahasiswa tidak hanya belajar teori atau sekadar klik menu di software, tapi juga langsung praktik menggunakan ABSS Premier v.20, aplikasi akuntansi yang umum dipakai di perusahaan dagang dan jasa.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI mendorong pembelajaran yang inovatif. Tugas akhir pada mata kuliah ini tidak berupa soal ujian biasa. Mahasiswa diberi kesempatan membuat project nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Mereka dapat memilih dua jalur: Trainer Offline, yaitu membuat modul kasus perusahaan dagang dan jasa yang dilengkapi fitur multi currency dan mengajarkannya langsung ke siswa SMA/SMK atau komunitas sekitar; atau Trainer Online, yaitu membuat modul digital beserta video tutorial yang kemudian diunggah ke blog dan YouTube.
Panny Agustia, dosen pengampu mata kuliah ini menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya dibekali keahlian teknis, tetapi juga diajak untuk mengasah kemampuan komunikasi, mengajar, serta menciptakan produk edukatif yang bermanfaat bagi publik.
“Kami pengen mahasiswa nggak cuma jago software, tapi juga bisa komunikasi, ngajarin orang lain, dan bikin sesuatu yang bermanfaat lebih luas. Jadi ilmu mereka nggak berhenti di kampus aja,” ujar Panny dalam rilis yang diterima, Selasa (22/7).
Jika memilih jalur Trainer Offline, mahasiswa langsung terjun ke lapangan untuk mengajar siswa sekolah atau komunitas lokal. Sementara itu, jalur Trainer Online memungkinkan mahasiswa menjadi content creator edukatif, melatih mereka membuat video pembelajaran yang komunikatif dan menarik.
Setelah project selesai, setiap kelompok diwajibkan mempresentasikan hasil karyanya dalam format showcase mini. Selain sebagai ajang pamer karya, kegiatan ini juga menjadi ruang bertukar ide antar kelompok. Karya terbaik dari modul dan video yang dibuat akan disusun menjadi buku bersama, yang bisa digunakan oleh mahasiswa angkatan berikutnya atau siapa pun yang ingin belajar ABSS Premier v.20.
Selain keterampilan teknis seperti input transaksi dan pembuatan laporan keuangan, mahasiswa juga belajar keterampilan nonteknis seperti kerja tim, komunikasi publik, pembuatan konten digital, hingga cara menyederhanakan materi agar mudah dipahami orang awam. Hal ini membuat mereka tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga secara profesional.
“Project ini ngebuktiin kalau belajar akuntansi bisa fun, kreatif, dan bermanfaat. Mereka bukan cuma belajar untuk lulus, tapi juga belajar buat ngasih dampak ke orang lain,” tambahnya.
Salah satu mahasiswa Amanda yang mengikuti jalur Trainer Online mengungkapkan bahwa pengalaman ini sangat berbeda dari ekspektasinya.
“Awalnya sempet mikir ini cuma mata kuliah biasa. Tapi ternyata seru banget karena kami bisa ngajarin orang lain, bikin modul yang beneran kepake, sampai bikin video tutorial yang ditonton banyak orang. Rasanya bangga banget,” tuturnya.
Pada akhirnya, akuntansi bukan sekadar angka, tetapi bagaimana ilmu tersebut dapat membantu bisnis, meningkatkan literasi keuangan, dan menjadi bagian dari transformasi digital. Di UBSI kampus Pontianak, mahasiswa sudah mulai mengalami hal itu sejak masih duduk di bangku kuliah.





