Yogyakarta — Kerja sama internasional menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah di era globalisasi pendidikan tinggi. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terus menunjukkan komitmen dalam penguatan kualitas riset akademik melalui kemitraan global. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui pertemuan bersama Universitas Malaysia Sarawak (UNIMAS) yang berlangsung di ruang meeting UBSI kampus Yogyakarta pada Senin (21/7).
Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Program Studi Perhotelan UBSI, Emmita Devi Hari Putri, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UBSI, Dr. Ani Wijayanti, serta sejumlah perwakilan dari perguruan tinggi swasta anggota HILDIKTIPARI (Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia). Sementara dari pihak UNIMAS hadir Zahar Hussain yang secara aktif menggali potensi sinergi riset antara kedua institusi.
Agenda diskusi difokuskan pada pertukaran informasi terkait aktivitas penelitian yang telah dan sedang dijalankan oleh para dosen, serta penjajakan kerja sama dalam pengajuan proposal riset bersama. Kolaborasi ini menargetkan peluang pendanaan dari program International Matching Fund, guna mendukung pengembangan riset yang berdaya saing global.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI mendukung penuh penguatan riset internasional lintas disiplin. Emmita Devi Hari Putri menyatakan bahwa UBSI siap menginisiasi penelitian bersama yang berdampak luas, terutama pada bidang pariwisata dan ekonomi global.
“Kami sangat terbuka terhadap kerja sama ini, khususnya dalam menginisiasi penelitian bersama yang relevan dengan perkembangan industri pariwisata dan ekonomi global. Kolaborasi ini akan memperkuat kapasitas riset dosen serta meningkatkan kualitas publikasi ilmiah internasional,” ujar Emmita dalam keterangan tertulis, Kamis (24/7).
Dr. Ani Wijayanti juga menilai kerja sama lintas negara ini sebagai langkah strategis untuk memperluas jaringan riset dan akses pendanaan global.
“Kolaborasi ini tidak hanya memperkaya wawasan penelitian, tetapi juga membuka jalan untuk mengakses pendanaan riset internasional yang kompetitif. Kami berharap kerja sama ini menjadi awal dari proyek-proyek yang berdampak nyata dan terpublikasi secara global,” jelasnya.
Sementara itu, Zahar Hussain menekankan pentingnya keselarasan topik dan kepercayaan antarlembaga sebagai kunci menyusun proposal kolaboratif yang solid dan layak didanai lembaga hibah internasional.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, kedua institusi sepakat membentuk tim kecil yang akan merancang kerangka kerja sama penelitian lintas negara. Proyek kolaborasi perdana ditargetkan mulai diimplementasikan pada akhir tahun 2025.





